Sosialisasi Pilkada, Wakil Walkot Ngamuk Tantang Lurah Lapor Bawaslu




Wakil Wali Kota Bandarlampung Yusuf Kohar ngamuk tak boleh sosialisasi dirinya sebagai bakal calon wali kota oleh Lurah Tanjungbaru Hendry Satria di wilayahnya, Senin (3/8).

Yusuf Kohar yang tak memakai masker saat menantang sang lurah melaporkannya ke Bawaslu. "Kau laporkan sama Bawaslu," ujarnya dua kali dengan nada tinggi.

Sambil, dia memerintahkan timnya membagikan bantuan minyak goreng dan susu berstiker JuTuber kepada warga.

Namun, Lurah Hendry Satria tetap melarang tim Yusuf Kohar membagikan bantuannya.

[caption id="attachment_61166" align="alignnone" width="457"] Sosialisasi bakal pencalonannya sebagai wali Kota Bandarlampung, Yusuf Kohar membagikan minyak goreng dan susu berstiker YuTuber/Foto RMOLLampung[/caption]

Sebelumnya, keduanya terlibat perdebatan keras soal protokol pandemi Covid-19 dan larangan Wali Kota Bandarlampung Herman HN tak boleh ada kerumunan.

Dengan nada tinggi, Yusuf Kohar bilang,"Saya ada aturan, kau jangan ngajar-ngajari aku.'

" Sosialisasi, perkenalan, ngapo dak boleh?” tandasnya dengan tetap bernada tinggi.

Lurah Hendry dengan datar berusaha menjelaskan tentang aturannya,"Jadi gini Pak Yusuf..."

Belum selesai, Yusuf Kohar langsung memotong penjelasan lurah,"Tak usah gini-gini, yang penting sosialisasi kita, tak usah dihalang-halangi," tandas Yusuf Kohar.

Sang lurah bertanya,"Ini sosialisasi ya?"

"Ya, hanya kenalan saja, kenapa tidak boleh?" tanya Yusuf Kohar.

Lurah mencoba menjelaskan dengan tetap bernada datar,"Jadi begini Pak Yusuf, Pak Wakil, mohon maaf..."

Kembali penjelasan lurah dipotong Yusuf Kohar dengan nada keras sambil menunjuk dadanya,"Wakil saya, kamu nyegak-nyegak aku."

Setelah istifar, Lurah ijin bicara baik-baik. Dia minta Yusuf Kohar memberikan kesempatan dirinya berbicara untuk menjelaskan aturannya.

Dijelaskan oleh Lurah Hendry, "Pak Wakil juga orang pinter saya rasa, ada UU No.10 Tahun 2016, wakil, bupati, wali kota gak boleh sosialisasi sebelum enam bulan penetapan calon," kata Hendry.

Meski tak dijinkan lurah, Yusuf Kohar tetap bersikeras hendak membagikan "bantuan" buat warga setempat dengan alasan membantu warga terdampak pandemi Covid-19.