Status Mahasiswa Jalur Suap Karomani Akan Didiskusikan dengan Kemendikbud Ristek

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerjasama, dan Teknologi Informasi dan Komunikasi Unila, Prof Suharso/Tuti
Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerjasama, dan Teknologi Informasi dan Komunikasi Unila, Prof Suharso/Tuti

Universitas Lampung (Unila) masih akan berdiskusi dan konsultasi dengan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) terkait status mahasiswa Fakultas Kedokteran yang masuk melalui jalur suap Rektor Unila Prof Karomani. 


Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerjasama, dan Teknologi Informasi dan Komunikasi Unila, Prof Suharso mengaku akan segera mendiskusikan status mahasiswa yang baru dikukuhkan pada PPKMB 15 Agustus lalu. 

"Kita akan diskusikan dan konsultasi dengan Kemendikbud Ristek," kata Prof Suharso saat konferensi pers di ruang sidang Rektorat Unila, Minggu (21/8). 

Menurutnya, mahasiswa FK Unila yang masuk dengan jalur suap ke Prof Karomani itu di luar mahasiswa jalur mandiri dengan Sumbangan Pengembangan Institusi (SPI) sebesar Rp250 juta. 

"Uang pangkal atau SPI masuk FK Unila minimalis Rp250 juta. Bagi orang tua mahasiswa itu dipersilahkan melebihi Rp250 juta sebagai pemasukan sah Unila," ujarnya. 

Lanjutnya, ke depan pihaknya akan lebih transparan dalam sistem penerimaan mahasiswa baru, dan akan melakukan pengawasan ketat. Namun sistem penerimaan mahasiswa baru jalur mandiri tidak akan dihapuskan. 

"Insyaallah kedepan jalur mandiri tetap akan dilakukan. Yang bermasalah bukan sistemnya, mau sebaiknya apapun sistem, kalau kita lalai atau lupa maka akan bermasalah," jelasnya.