Stunting Bandarlampung Meningkat, Kadiskes: Nggak Masalah

Edwin Rusli/RMOLLampung
Edwin Rusli/RMOLLampung

Selama pandemi Covid-19, presentase stunting di Kota Bandarlampung meningkat 0,7 persen.


Tahun 2019 mencapai 5,9 persen atau 2.359 dari 39.989 balita yang diukur. Tahun 2020 mencapai 6,6 persen atau 2.970 dari 45137 balita diukur. 

"6,6 persen itu tidak masalah, kalau sudah mancapai 20 persen baru itu bermasalah," kata Kepala Dinas Kesehatan Bandarlampung, Edwin Rusli, Kamis (22/10).

Menurutnya, upaya yang dilakukan untuk meminimalisir peningkatan stunting dengan mengutamakan pemantauan ibu hamil, karena kuncinya 1000 hari pertama kehidupan.

"Yang dilakukan adalah melakukan pemeriksaan secara rutin ibu hamil, kelas ibu hamil, pemeriksaan sebelum persalinan," ujarnya.

Sementara untuk posyandu selama pandemi ini tidak lagi dilakukan secara reguler di puskesmas, namun kader datang ke rumah balita untuk melakukan pemantauan.  

"Karena ada protokol yang harus dipenuhi, sehingga posyandu di pantau oleh kader dari rumah ke rumah. Satu kader itu bertanggungjawab 10 balita," jelasnya.