Sudah 80 Persen, BKD Data Ulang Tenaga Non ASN Akibat Tambah Riwayat Pendidikan 

Kepala BKD Bandar Lampung, Herliwaty/Tuti
Kepala BKD Bandar Lampung, Herliwaty/Tuti

Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Bandar Lampung telah melakukan pendataan tenaga non ASN dilingkungan pemerintah setempat. Tercatat ada sekitar 80 persen tenaga non ASN yang terdata. 


Kepala BKD Bandar Lampung, Herliwaty mengatakan akibat ada tambahan data yang diminta Badan Kepegawaian Nasional (BKN) berupa riwayat pendidikan dan penggajian menggunakan dana BOS. Maka pihaknya melakukan pendataan ulang. 

"Alasan pendataan riwayat pendidikan, kita kurang tahu untuk apa, mungkin ada perhitungan kalau diterima CPNS. Sementara untuk penggajian dari dana BOS itu tidak ada, karena kita menggunakan SK wali kota yang dianggarkan dari APBD," kata Herliwaty, Selasa (13/9). 

Menurutnya, pendataan tenaga non ASN dilakukan di setiap OPD yang ada di lingkungan Pemkot Bandar Lampung. Kepala OPD bertanggung jawab terhadap pendataan di masing-masing tempat kerjanya. Kemudian, data tersebut disampaikan ke BKD.

"Batas akhir pendataan PTK itu masih tetap sama, yaitu 30 September 2022. Saat ini proses sudah sekitar 80 persen," ujarnya. 

Sebelumnya, Herliwaty mengaku tidak tahu tujuan pendapataan tenaga non ASN. Pihaknya hanya melakukan tugas sesuai perintah kementerian. 

"Saya tidak tahu arahnya kemana, apakah untuk pengangkatan ASN atau bukan. Kami hanya melakukan pendataan," jelasnya.

Diketahui, berdasarkan Surat Menteri PANRB No. B/1511/M.SM.01.00/2022 tanggal 22 Juli 2022 tentang Pendataan Tenaga Non-ASN di lingkungan Instansi Pemerintah, tenaga non ASN yang didata yakni bekerja paling singkat satu tahun, usia paling rendah 20 dan paling tinggi 56 tahun.