Sudah Sepatutnya DPRD Interpelasi Gubernur Lampung

Ilustrasi/RMOLLampung
Ilustrasi/RMOLLampung

Dosen Ilmu Pemerintahan Unila Budi Kurniawan menila sudah sepatutnya DPRD Lampung menggunakan hak interpelasinya untuk meminta keterangan kepada pemerintah provinsi dalam hal ini Gubernur Lampung Arinal Djunaidi mengenai penanganan covid-19.


"Harusnya sih mengajukan hak interpelasi, tapi sepertinya anggota DPRD tidak peduli. Padahal ini adalah masalah yang urgent dan mendesak, masyarakat sudah khawatir sekali," ujarnya, Sabtu (14/8).

Pasalnya penanganan Covid-19 di Lampung menurutnya sangat mengkhawatirkan. Terutama presentase kematian pasien Covid-19nya menempati posisi tertinggi nasional dengan angka mencapai 7,1 persen.

Juga persentase vaksinasi berada di urutan paling bawah dari seluruh daerah di Indonesia. Di mana vaksinasi dosis pertama per tanggal 5 Agustus 2021 baru mencapai 9,5 persen atau mencakup 666.791 jiwa dari target 6.645.226 jiwa sasaran.

Menurut Budi, hak interpelasi untuk meminta penjelasan mengenai kebijakan yang penting dan strategis serta berdampak luas pada kehidupan masyarakat adalah hal yang wajar demi kepentingan masyarakat. 

"Interpelasi adalah hal yang biasa, di negara demokrasi kita butuh keseimbangan, tapi interpelasi dalam benak politikus ini larinya ke impeachment pemberhentian," kata dia. 

"Padahal kan enggak, itu hal yang biasa, toh untuk memberhentikan gubernur bukan hal yang mudah, masa hanya karena interpelasi terus mundur? Kan tidak," tambahnya. 

Menurutnya, jika interpelasi ini dihubungkan ke politik, ya wajar saja, pasalnya DPRD memang lembaga politik. Tinggal tujuannya saja, berorientasi pada rakyat atau kepada kekuasaan. 

"Mungkin mereka hanya gak mau ribut, sudah senang dengan posisi yang ada, udah enak dan nyaman, tapi rakyat kan tidak nyaman. Jadi susah nyari kerja, susah nyari duit, mereka kan gak mikir ke situ," ujarnya. 

Ia meminta DPRD serius mengawasi kinerja pemerintah provinsi dalam penanganan pandemi Covid-19 di Lampung agar bisa lebih baik, tren kematian menurun, testing dan tracing dimaksimalkan dan vaksinasi dipercepat.