Sudin Murka, Kementan Tetap Bagi-Bagi Sapi

Kementan secara simbolis ketika menyerahkan pengembangan 1000 desa sapi tahun lalu/Ist.
Kementan secara simbolis ketika menyerahkan pengembangan 1000 desa sapi tahun lalu/Ist.

Ketua PDIP Lampung Sudin murka kepada Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo. Tak setuju cara pengembangan 1000 sapi, Kementan "cuek", tetap jalan.


"Kami sudah memutuskan di sini (DPR) tidak menyetujui, tetapi tetap jalan," ujarnya dalam rapat kerja dengan Syahrul di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (25/1).

Ketua Komisi IV DPR RI itu kesal dengan sikap Kementan yang tidak berkomunikasi baik dengan Komisi IV. Dia minta Kementan bersinergi dengan anggota Dewan.

"Saya sendiri di Lampung Selatan, ada pembagian sapi, saya tahunya dari media," ujarnya seperti dilansir Kantor Berita Politik RMOL.

Jadi, lanjutnya, kalau sebagai mitra tidak saling dengar, tidak saling tukar pendapat, tidak sepaham, jangan sampai seperti kemaren (kasus di KKP).

"Nanti bisa dilihat media, apa yang dilakukan oleh teman-teman Komisi IV. Kita bukan hanya menskor RDP dengan KKP, tapi menunda," imbuhnya menambahkan.

Masih menurut Sudin, adanya program pengembangan 1.000 desa sapi sangat menarik. Namun dia meminta jangan hanya sebatas selogan atau perencanaan di atas kertas.

"Program ini sangat fantastis dalam peningkatan produksi sapi. Tapi kalau sapinya lokal dari Sumbawa dibawa ke Jawa, Jawa ke Sumatera. Ini kan bukan pengembangan," tandasnya.

Sudin menginginkan adanya terobosan pengembangan, impor sapi betina produktif. "Karena kalau saya tanya pengusaha, tidak bakal mau," tuturnya.

Lampung Pilot Project

Selain NTB, NTT, Jatim dan Sulsel, Provinsi Lampung terpilih menjadi salah satu Pilot Project Super Prioritas Program Pengembangan 1000 Desa Sapi Kementan RI.

Tahun lalu, Selasa (6/10/2020), Syahrul Yasin Limpo meluncurkan Kartu Petani Berjaya dengan secara simbolis memberikan bantuan 1000 ekor kepada Gubernur Lampung Arinal Djunaidi di Desa Tempuran Kecamatan Trimurjo Lampung Tengah.

Program super prioritas yang mengelaborasikan penguatan kelembagaan, peningkatan produksi/ populasi, serta peningkatan daya saing melalui pendekatan Korporasi Usaha Sapi Berbasis Desa.

Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Lampung Selatan sebagai daerah binaan melalui Koperasi Peternak Terpadu Maju Sejahtera dinilai sukses membentuk kawasan Korporasi Sapi Potong Peternak Rakyat..

Kegiatan dialokasikan kepada lima kelompok di 5 desa kecamatan tersebut. Masing-masing kelompok menerima 100 ekor sapi indukan untuk pengembangbiakan dan 100 ekor bakalan untuk penggemukan.

Kelompok Barokah Jaya Desa Wonodadi, Kelompok Bumi Asih Sejahtera Desa Wawasan, Kelompok Sukamaju 2 Desa Purwodadi, Kelompok Sumber Rejeki Desa Bangunsari serta Kelompok Sudimakmur 3.