Sungai di Kelumbayan Alami Pendangkalan, Sawah Tak Bisa Digarap

Sawah tak bisa digarap karena sungai mengalami pendangkalan/ Zairi
Sawah tak bisa digarap karena sungai mengalami pendangkalan/ Zairi

Aliran Sungai Pekon Unggak Kecamatan Kelumbayan, Kabupaten Tanggamus sepanjang 700 meter mengalami pendangkalan. Akibatnya, sawah-sawah warga tidak bisa lagi digarap.


Nurwansyah, warga setempat mengatakan, dari tahun 2019 sampai saat ini, aliran sungai pekon unggak mengalami pendangkalan dan rata dengan galangan sawah warga.

Sehingga dampaknya hektaran sawah warga pekon setempat tidak lagi garap karena hawatir tertimbun krokos saat banjir datang.

Sebelum mengalami pendangkalan, jelas Nurwansyah, petani setempat aktif melakukan aktifitas bercocok tanam, karena tidak ada kehawatiran dengan luapan air aliran sungai pekon unggak saat banjir datang. Karena kedalaman sungai tersebut antara 2 sampai 3 meter dari permukaan sawah.

"Selain merusak hamparan sawah warga, luapan aliran sungai pekon unggak juga merendam permukiman warga pekon unggak dan pekon penyandingan. Saya berharap kepada Pemkab Tanggamus dalam hal ini Dinas PUPR dan BPBD, agar melakukan normalisasi sungai untuk mengurangi resiko banjir," jelasnya kepada, Senin (27/12).

Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan Badan Penangulang Bencana Daerah (BPBD) Tanggamus, Darsum mengatakan, mereka sangat mendukung rencana dan harapan warga untuk melakukan normalisai sungai pekon unggak, sebagai upaya meminimalisir risiko banjir.

Menurut dia, pemerintahan pekon harus mengajukan proposal kepada bupati tanggamus terlebih dahulu, setelah ada penunjukan dari bupati BPBD siap melaksanakan normalisasi tersebut. "Ini masalah pengunaan angaran, harus ada nota dinas dari bupati baru kami bekerja, karenaya saya berharap kepada pekon agar segera mengajukan proposalnya," ungkap Darsum.

Dirinya juga menghimbau kepada semua masyarakat tanggamus, agar selalu waspada kemungkinan terjadinya bencana, banjir, longsor, air laut pasang dan lainnya, mengingat saat ini cuara ekstrem.