Survei LKPI, PDIP-Golkar Di Atas, Gerindra Melorot Ketujuh

Bendera-bendera parpol/Net
Bendera-bendera parpol/Net

Lembaga Kajian Pemilu Indonesia (LKPI) merilis survei terbaru soal persepsi masyarakat terhadap partai politik saat ini. PDIP dan Golkar tetap teratas sedangkan Partai Gerindra melorot ke urutan ketujuh.


Pengamat politik Universitas Al Azhar Indonesia, Ujang Komarudin tidak heran kalau Golkar berada di posisi kedua. Partai ini sudah berpengalaman diterpa isu korupsi dan lainnya.

Sedangkan Partai Gerindra, kata dia, belum berpengalaman di pemerintahan, sekali dihajar elektabilitasnya langsung melorot dari lima besar jadi urutan ketujuh.

Partai Golkar adalah partai politik yang telah teruji selalu mampu bertahan di papan atas. Biasanya, Golkar ada di posisi pertama atau kedua.

Pemilu 2019, perolehan suara Golkar memang sedikit di bawah Partai Gerindra. Tapi ketika dikonversi menjadi suara di DPR RI, Golkar tetap berada di posisi kedua setelah PDIP.

"Wajar jika Golkar berada di posisi kedua" ujar Direktur Eksekutif Indonesia Political Review itu saat dihubingi Kantor Berita Politik RMOL, Sabtu (2/1).

Ada beberapa faktor yang menyebabkan pemilih Gerindra berkurang. Di antaranya, Gerindra berkoalisi dengan pemerintahan Joko Widodo.

Terakhir, kader utama partai yang dipercaya Prabowo, yaitu Edhy Prabowo (Menteri Kelautan dan Perikanan) terjerat kasus dugaan korupsi di KPK.

"Gerindra melorot karena gabung dengan pemerintah, korupsi, dan ditinggalkan oleh pendukungnya," demikian Ujang Komarudin.

Elektabilitas Parpol Versi LKPI pada 20-27 Desember 2020:

  • PDI Perjuangan (17,8 persen)
  • Partai Golkar (15,2 persen)
  • Partai Demokrat (10,8 persen)
  • PKB (8,8 persen)
  • Partai Nasdem (8,1 persen)
  • PKS (6,9 persen)
  • Partai Gerindra (6,6 persen)
  • PSI (4,2 persen)
  • PAN (3,1 persen)

10.PPP (2,9 persen)

11.Partai Hanura (1,6 persen)

12.Parpol lain di bawah 0,5 persen