Survei Pilpres LKPI: Airlangga Terbanyak Dipilih, Sandiaga Paling Buncit

Illustrasi/RMOLNetwork
Illustrasi/RMOLNetwork

Keterpilihan elite politik yang masuk sebagai kandidat calon presiden (Capres) 2024 mulai panas. Setidaknya, itu terlihat dari hasil survei Lembaga Kajian Pemilu Indonesia (LKPI) pada medio 17 hingga 30 April 2022.


Direktur Eksekutif LKPI Andri Gunawan menjelaskan, sebanyak 2.150 responden yang merupakan Warga Negara Indonesia (WNI) berumur 17 tahun ke atas diminta menyebutkan nama tokoh yang ada dibenaknya layak menjadi capres di Pilpres 2024.

"Hasilnya, nama Airlangga Hartarto yang paling banyak dipilih dengan tingkat keterpilihan 11,70 persen, selisih sedikit dengan Prabowo Subianto yang mendapat 11,40 persen," papar Andri dalam dalam rilis survei yang dikutip Kantor Berita Politik RMOL, Senin (9/5).

Di bawah perolehan Ketua Umum Partai Golkar dan Partai Gerindra tersebut, LKPI mendapati 2 nama tokoh yang berasal dari partai yang sama, yaitu PDI Perjuangan, menempati urutan ketiga dan keempat. Sementara di urutan kelimanya seorang pejabat negara.

"Di urutan ketiga ada Puan Maharani yang mendapat perolehan suara 6,6 persen, di bawahnya ada Ganjar Pranowo dengan 6,1 persen. Kemudian di urutan kelima ada Andika Perkasa sebesar 5,6 persen," paparnya.

Sementara di urutan keenam sampai kesepuluh ada nama-nama pejabat negara di tingkat pusat maupun daerah, hingga ketum parpol. Antara lain Kepala KSP Moeldoko (5,30 persen), Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa (5,10 persen), KSAD Jenderal Dudung Abdurachman (4,60 persen), Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurthi Yudhoyono (4,30 persen), Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Ketum PKB Muhaimin Iskandar (4,10 persen), dan Ketua DPD RI AA La Nyalla Mattalitti 3,90 persen.

"Sementara sisanya ada nama Erick Thohir 3,10 persen, Gatot Nurmantyo 2,40 persen, Ridwan Kamil 1,40 persen, dan paling buncit Sandiaga Uno 1,70 persen," demikian Andri.

Dalam suvei ini, LKPI menggunakan metode multistage sampling dengan margin of error kurang lebih 2,12 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Survei ini dilakukan in depth interview dengan metode face to face di 34 provinsi terpilih sebanyak 429 kabupaten/kota.