Susan Sang Penyelamat Kucing Telantar, Menangis saat Lihat Kucing Mati

Susan merawat kucing-kucingnya/ Tuti
Susan merawat kucing-kucingnya/ Tuti

Bermula karena kasihan melihat kucing terantar yang kelaparan di jalanan, Yani Dewi Susanti (45) tergerak untuk memberikan makan dan merawatnya. 


Tanpa terasa, kucing yang ia tampung sudah cukup banyak. Saat ada laporan warga ada kucing terlantar baik dari Pringsewu, Metro, Bandar Jaya, ia langsung ke sana untuk merawat kucing tersebut. Bukan hanya kucing terlantar, namun kucing yang sakit juga ditampung. 

"Kalau sudah melihat laporan kucing sakit itu saya enggak bisa untuk tidak berbuat apa-apa, jadi saya akan ambil dan dipelihara di rumah kucing ini dibantu teman Komunitas Keluarga Kucing Lampung," kata Susan, sapaan akrab Yani Dewi Susanti, Kamis (14/10). 

Menurutnya, saat ini kucing yang ia rawat mencapai 120 ekor dengan 15 ekor kucing masuk kategori sakit berat, seperti sakit kanker, kulit mengelupas, paru-paru, tungau teling. 

"Kalau kanker pada kucing itu sudah saya tanyakan ke dokter di Bandar Lampung, jawabannya ya harus sabar menunggu keajaiban tuhan. Sehingga saya atasi dengan sering menyiramnya dengan cairan infus ketika ada kotoran," ujarnya. 

Tak jarang kucing dengan kondisi sakit berat akhirnya mati. Susan menyebutkan sudah ada 50an ekor kucing. 

"Saya merasa berdosa saat melihat mereka meninggal dunia. Sedih, sampai dibilang sama anak saya ibu ini kenapa sih sampai menangis," jelasnya. 

Ke depannya, Susan berharap ada orang dermawan yang mau membantu mensterilkan kucing betina yang ditampung di rumah kucing, karena kita tahu kucing dapat beranak pinak dalam waktu 4 bulan. 

"Saya juga sangat berterima kasih jika ada orang yang ingin mengadopsi kucing ini," ujarnya. 

Sementara, salah satu anggota Komunitas Keluarga Kucing Lampung, Noor Aliyaa mengatakan dalam merawat kucingnya, ia membutuhkan makan kucing per hari 3-4 kilogram makan kering, 4 kaleng makan basah, dan 1 kilogram ikan. 

"Dana yang dihabiskan untuk pakan per hari kurang lebih Rp 130 ribu. Belum termasuk pemeriksaan ke dokter, dan pasir kucing," ujarnya. 

Ia berharap ada donatur yang mau membantu merawat kucing malang tersebut, sehingga kucing-kucing ini dapat tumbuh dengan baik. 

"Masyarakat yang ingin mendonasikan uangnya bisa menghubung kami di Instagram dengan nama akun Komunikasi Keluarga Kucing Lampung," jelasnya.