Swing Voters Rakata Lebih Tinggi Dari Elektabilitas Herman HN, Ini Kata Akademisi

Akademisi Unila, Dedy Hermawan/Tuti
Akademisi Unila, Dedy Hermawan/Tuti

Survei Rakata Institute di Kota Bandar Lampung menyebutkan swing voters untuk Pilkada 2024 pada Pilgub Lampung sebesar 68,10 persen. Masyarakat pemilih yang menjadi responden belum menentukan pilihan terhadap 16 kandidat potensial Gubernur Lampung 2024.


Menangkap hal tersebut, akademisi Universitas Lampung, Dedy Hermawan mengatakan banyak faktor yang menyebabkan sekitar 40 persen masyarakat pemilih belum menentukan sikap. Salah satunya masih menunggu perkembangan dinamika politik yang akan terjadi. 

"Masyarakat kelompok kritis masih menunggu proses selanjutnya, menunggu apa yang akan dilakukan oleh parpol mendatang, atau bahkan menunggu visi dan misi calon," kata Dedy Hermawan, Kamis (18/8). 

Menurutnya, saat ini masih terlalu awal untuk menentukan pilihan. Walaupun demikian, hasil survei bisa menjadi referensi bagi kelompok kepentingan untuk meningkatkan elektabilitasnya. 

"Dengan catatan survei yang dilakukan dapat dipertanggungjawabkan keobjektifannya, dan keilmuannya," ujarnya. 

Lanjutnya, jika tidak ada pergerakan atau adanya rasa kecewa dari parpol atau para calon, bisa saja kelompok pemilih rasional akan tetap independen dan tidak menggunakan hak pilihnya. 

"Tidak menggunakan hak pilihnya itu juga adalah hak dia. Karena itu dijamin dalam konstitusi dan demokrasi," jelasnya. 

Diketahui, elektabilitas Calon Gubernur Lampung, nama Ketua NasDem Lampung Herman HN unggul 22,33 persen. Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana 2,38 persen. 

Disusul Gubernur Lampung, Arinal Djunaidi dengan angka 1,19 persen. Wakil Gubernur Lampung Chusnunia Chalim 0,95 persen, dan Dewan Pakar PKS Lampung Hantoni Hasan dengan angka 0,95 persen.

Mantan Bupati Tulangbawang Umar Ahmad dan mantan Gubernur Lampung Ridho Ficardo harus puas dengan angka 0,48 persen. Lalu, Agus Istiqlal, Aries Sandi Darma Putra, Bahtiar Basri, Dendi Ramadhona, Edy Irawan, Alzier Dianies Thabrani, M. Kadafi, Mukhlis Basri dan Raden Adipati Surya masing-masing memperoleh 0,24 persen.