Syekh Ali Jaber: Allah Selamatkan Saya Dari Pembunuhan

Syekh Ali Jaber di Puskesmas Gedongair Tanjungkarang Barat/Screenshot
Syekh Ali Jaber di Puskesmas Gedongair Tanjungkarang Barat/Screenshot

Syekh Ali Jaber mengabarkan kondisi terkini dirinya, pasca insiden penusukan yang dialaminya ketika mengisi acara di Masjid Falahudin, Tanjungkarang Barat, Kota Bandarlampung.


Informasi mengenai dirinya disebarkan melalui video singkat, berdurasi 1 menit 24 detik. Ia mengatakan dalam video itu, bahwa kejadian penusukan tersebut merupakan kejadian pertama yang pernah dialaminya setelah lebih kurang 12 tahun berdakwah di Indonesia.

"Ini pengalaman baru bagi saya, yang selama ini sudah 12 tahun di Indonesia mengajak masyarakat menjaga persatuan menjaga kebersamaan, ternyata nasib saya berada di Bandar Lampung mengisi acara, Allah SWT takdirkan ada orang datang dan Allah selamatkan dari pembunuhan," kata dia dalam video tersebut, Minggu (13/9).

Syekh Ali Jaber melanjutkan, dirinya sempat mengelak dari tusukan tersebut. Selain itu, ia pun menerangkan, pisau yang ditusukkan kepadanya sempat patah.

"Saya bisa selamat karena Allah takdirkan saya angkat tangan di posisi di depan leher dan dada, dan tusukannya cukup kuat cukup keras, sampai separuh pisau masuk kedalam. Tapi Alhamdulillah itu di tangan, bukan di leher, sampai patah pisaunya, saya sendiri yang lepaskan pisau yang patah di dalam," jelas dia.

"Ini pelajaran baru bagi saya, mudah-mudahan Indonesia tetap bisa menjaga nikmat aman, dan kita bersatu untuk bisa memperjuangkan Alquran di negeri kita Indonesia," tutup dia dalam video itu.

Sebelumnya, Syekh Ali Jaber ditusuk oleh seseorang yang semula mengaku bernama Albert, namun belakangan nama sebenarnya N, Alpin Andria. Kejadian ketika dirinya sedang mengisi sebuah acara di Masjid Falahuddin Jl. Tamin Sukajawa, Kecamatan Tanjungkarang Barat, Bandarlampung, Minggu (13/9) sekitar pukul 17.00 WIB.