Tak Ingin Punah, Rona Lestarikan Lapis Legit Khas Lampung

Rona Lisa pemilik Meronacakes/Tuti Nurkhomariyah
Rona Lisa pemilik Meronacakes/Tuti Nurkhomariyah

Bermula karena iseng jualan lapis legit buatan ibunya secara online di facebook dan instagram, kini, Rona Lisa (31) kebanjiran pesanan hingga 144 loyang per hari. 


Kudapan khas Kabupaten Tulangbawang ini dipilihnya sebagai upaya melestarikan makanan tradisional Lampung. Ia namai usahanya dengan Meronacakes. 

Siang itu, di samping rumahnya yang beralamat Jalan Raden Gunawan Perum Griya Angkasa Islami Blok G No. 7, Rajabasa, Kota Bandarlampung, Rona bersama beberapa karyawannya sibuk mengoven lapis legit pesanan pelanggan. 

"Awal buka usaha tahun 2016, yang membeli hanya 1 atau 2 loyang, tapi lama-lama semakin bertambah. Yang tadinya hanya 1 oven, kini ada 9 oven," kata Rona yang juga guru honorer, Selasa (1/5).

Tahun kedua usahanya, permintaan lapis legit mencapai 700 loyang saat jelang lebaran, dan terus bertambah hingga 1000 loyang. Sementara jika hari biasa permintaan mencapai 400 loyang per 10 hari. 

"Resepnya saya dapat dari ibu yang bersuku Lampung Menggala. Bahan dasar berupa telur ayam herbal, gula, dan mentega," ujar. 

Menurutnya, dalam proses membuat adonan diperlukan waktu yang lama agar hasil lapis legit tidak bantet. Rona mengatakan tidak semua karyawannya bisa membuat adonan, sehingga ia harus turun tangan untuk membuatnya. 

"Ada beberapa karyawan yang sudah saya ajari, tapi karena ada teknik khusus kadang mereka kesusahan," jelasnya. 

Setelah adonan siap, selanjutnya dimasak dengan oven dimana apinya dipasang pada bagian atas. Teknik mengovennya dilakukan per lapis selama 10 menit, biasanya  seloyang ada 20-24 lapis, sehingga dibutuhkan waktu sekitar 4 jam untuk memasaknya. 

"Kita tidak menggunakan kekep saat memasaknya karena kayu di sini susah dicari. Masak dengan open atau kekep sama saja. Malah menggunakan oven lebih cepat karena bisa sampai 4-6 loyang dalam sekali oven," ujarnya. 

Saat ini, Rona telah memiliki 6 variasi rasa lapis legit yaitu original, pandan, agar, kacang tanah, coklat, dan kombinasi (original dan pandan)

"Terinspirasi rasa muncul saat makan kacang tanah, lalu pingen coba buat lapis legit rasa kacang," jelasnya. 

Tak hanya membuat lapis legit, ia juga membuat engkak dengan 6 variasi rasa yaitu coklat, original, panda, panda hitam, durian, durian coklat. 

"Kesulitan dalam pembuatan lapis legit dan engkak adalah saat membuka adonan agar tidak bantet. Gula juga harus 1 kg per loyang agar tidak berjamur," kata ibu 4 anak itu. 

Lapis legit dan engkak buatannya telah dipasarkan di shopee dengan akun Ronalisasunardi dan Instagram Meronacakes, dengan harga Rp 235-300 ribu per loyang. 

"Harapannya lapis legit ini bisa dinikmati dan tetap lestari serta dikenal di masyarakat luas," tuturnya.