Tak Puas Investigasi Inspektorat, Banki akan Laporkan Dugaan Korupsi DD Bernung ke Kejari

Kantor Inspektorat Pesawaran/ Rama
Kantor Inspektorat Pesawaran/ Rama

Tak puas dan dinilai tak masuk akal atas hasil temuan Inspektorat Pesawaran soal dugaan korupsi Dana Desa (DD) Bernung Kecamatan Gedong Tataan, DPP LSM Brigade Anak Negeri Kawal Indonesia (Banki) akan laporkan dugaan korupsi tersebut ke Kejaksaan Negeri (Kejari) setempat.


Ketua DPP LSM Banki Randy Septian mengatakan segera melengkapi berkas-berkas dugaan korupsi DD Bernung tahun 2018 - 2022 oleh Deswan, oknum Kepala Desa setempat.

"Berkas-berkas sudah kita siapkan. Kita akan laporkan kasus ini ke Kejari Pesawaran, karena hasil penelusuran dan data yang sudah dihimpun Tim Investigasi pihak kami, hasil pemeriksaan Inspektorat, kerugian yang timbul dari dugaan korupsi DD Bernung tidak masuk akal," kata Randy, melalui sambungan telepon, Senin (29/8).

Dikatakannya, laporan kali ini akan lebih detil, meliputi pembangunan fisik dari tahun 2018 hingga ke anggaran sosial kepemudaan sampai program posyandu.

"Semua dianggarkan oleh Pemdes Bernung, kita sudah melakukan investigasi dan diperoleh keterangan dari warga setempat dalam pelaksanaannya tidak sesuai," ujarnya.

Ketika disinggung terkait temuan Inspektorat Pesawaran, Ia menegaskan tidak berkecil hati. Hanya saja dia menyayangkan kinerja Inspektorat yang tidak maksimal dalam melakukan penyelidikan.

"Kita dengar terdapat kerugian negara hanya sebesar Rp 25 juta lebih, dan sudah diganti oleh yang bersangkutan (Deswan, Red). Kami laporkan ke Kejari untuk menjangkau dugaan korupsi yang mungkin belum tersentuh oleh Inspektorat," ujarnya.

"Kalau Inspektorat kerjanya bagus tidak mungkin LHP tahun 2019 diterima, nyatanya masih juga ditemukan kerugian negara, artinya patut dievaluasi kinerja tim yang ada di Inspektorat," kata dia.

Diketahui, kasus dugaan korupsi DD Bernung bermula dari laporan masyarakat setempat yang diduga ada kejanggalan dalam pengelolaannya. Jadi LSM Banki akan terus mengawal dugaan korupsi tersebut sampai ada titik terang dari aparat penegak hukum (APH).

"Yang jelas kita tidak akan berhenti untuk memberikan efek jera bagi penyelenggara negara yang korupsi. Kita akan kawal sampai tuntas," pungkasnya.