Takut Dimarahi Orangtua, Buat Laporan Palsu Korban Curas

Kasatreskrim Polresta Bandarlampung Kompol Resky Maulana saat menginterogasi FA/ Dok. Polresta Bandarlampung
Kasatreskrim Polresta Bandarlampung Kompol Resky Maulana saat menginterogasi FA/ Dok. Polresta Bandarlampung

Takut dimarahi orang tuanya, FA nekat membuat laporan palsu menjadi korban pencurian dengan kekerasan (Curas).


Namun, perbuatannya terungkap, hingga ia pun diamankan Polresta Bandarlampung dengan ancaman hukuman penggelapan. 

Kasatreskrim Polresta Kompol Resky Maulana mengatakan, laporan awalnya adalah FA mengaku menjadi korban curas. Sepeda motornya dirampas pelaku. 

Polisi melakukan pemeriksaan di TKP pada 18 Mei 2021 di Jalan Ikan Duyung Bumiwaras. "Hasil pemeriksaan kami menemukan sepeda motor dan pelaku," ucap Kompol Resky Maulana, saat ekspose kasus ini, Jumat (4/6).

Pada saat diminta keterangan ternyata korban merekayasa laporannya. Yang muncul adalah penggelapan bukan curas. Alasan itu muncul laporan tersebut dikarenakan korban takut diketahui orang tuanya.

"FA mengaku kenalan lewat media sosial, setelah dilakukan pemeriksaan ternyata pelaku tidak melakukan curas. Tetapi korban meminjamkan sepeda motornya kepada temannya," ujar Kasat.

Lanjut Kasat, korban mengajukan permohonan maaf kepada kepolisian, sehingga akan mencoba dianalisa apakah akan melanjutkan perkara atau tidak.

"Isi permohonan maaf FA adalah: Saya berjanji tidak akan mengulangi perbuatan salahnya dan meminta maaf kepada Polresta dan kedua orangtuanya karena menjadi beban mereka terkait laporan palsunya," tutup Kasat.