Takut Tidak Lulus, Kepala Sekolah Di Pesawaran Enggan Uji Kompetensi

Kepala Disdikbud Pesawaran, Fauzan Suaidi/Ist
Kepala Disdikbud Pesawaran, Fauzan Suaidi/Ist

Peserta uji kompetensi bagi sejumlah kepala sekolah jenjang Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Pesawaran belum memenuhi kuota.


Kepala seksi Tenaga Pendidik pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Pesawaran, Taufan Mohfian mengatakan hingga kini, setidaknya baru seratus peserta yang mendaftar atau kurang lebih 14 persen.

"Baru seratus peserta yang mendaftar, jenjang SD baru 44 peserta, sementara jenjang SMP baru 60 an peserta. Makanya kita perpanjang pendaftaran sampe tanggal 19 Februari, tapi kalau belum memenuhi kuota juga nanti kita tunggu kebijakan dari Provinsi gimana baiknya," kata Taufan kepada Kantor Berita RMOLLampung, Selasa (16/2).

Kurangnya minat kepala sekolah untuk mendaftar tersebut disebabkan sejumlah peserta merasa tidak berkompeten saat memaparkan presentasi terkait visi misi sekolah.

"Inikan memang baru pertama kali ada uji kompetensi, dan mayoritas kepala sekolah baik jenjang SD maupun SMP merasa takut saat diuji nanti, karena salah satu mata ujinya peserta harus memaparkan visi dan misi sekolah di depan penguji juga harus mengoperasikan komputer," katanya.

Meski secara spesifik Taufan tidak menyebut penyebab rendahnya minat kepala sekolah mengikuti uji kompetensi, namun dia membenarkan bahwa peserta merasa takut tidak lulus saat diuji nantinya.

"Secara spesifik kita belum tahu kenapa yang berminat uji kompetensi ini sangat sedikit, tapi ada yang cerita memang mereka takut saat memaparkan presentasi di depan penguji dan tidak menguasai komputer," tambah Taufan.

Taufan menerangkan, minimal satu sekolah mengirim dua peserta, sementara target Disdikbud setempat, minimal 696 peserta yang mengikuti uji kompetensi.

Sebelumnya, Kepala Disdikbud Pesawaran, Fauzan Suaidi menyebut pihaknya telah membuka pendaftaran sejak awal bulan hingga 9 Februari, kemudian diperpanjang hingga 19 Februari 2021.

"Uji kompetensi menyasar ratusan sekolah, dengan rincian: SD berjumlah 302, SMP 46 sekolah," pungkasnya.