Tanding Ulang, Herman HN Vs "Kroni" Purwanti Lee


RACHMAT Husein DC menantang Ketua PWI Lampung Supriyadi Alfian taruhan Rp100 juta tentang apakah Eva Dwiana ikut atau tidak Pilkwalkot Bandarlampung, 9 Desember 2020.


Staf khusus Wali Kota Bandarlampung Herman HN, suami Eva Dwiana, itu tak main-main. Dia memposting tantangannya secara terbuka lewat facebook (FB), Senin (20/7).


"Bang Supriyadi Alfian, gini aja Bang, kalo ternyata Bu Eva nyalon wali kota di Pilkada 2020 ini, Abang tambahin gua Rp100 juta untuk ganti mobil. Tapi, kalo Bu Eva, beneran gak nyalon, seperti postingan Abang di FB, dan HL Momentum nanti Abang yang gua kasih Rp100 juta untuk nambahin beli bonsai dan lain-lain. Gimana Bang Supriyadi Alfian, setujukan? Kalo setuju, pokoknya, begitu KPU menutup pendaftaran calon wali Kota Bandarlampung di bulan September nanti, kita seserahan hadiah."


Dalam statusnya, aktivis demokratisasi dan antipolitik uang ini juga memuat gambar status dan berita utama media Supriyadi Alfian: Pilwalkot Bandarlampung diprediksi tanpa Eva Dwiana.


Sah-sah saja tulisan maupun statemen Supriyadi Alfian, namanya juga prediksi, perkiraan. Dan, saya yakin, sahabat saya sejak bujang itu mengabaikan tantangan Rachmat Husein bukan karena tak punya uang sebanyak itu.


Rakhmat Husein sebagai "orang dekat" keluarga Herman HN-Eva Dwiana juga tak ada yang bisa melarang untuk menantang Supriyadi Alfian taruhan ketimbang debat kusir untuk menguji keyakinannya bahwa Eva Dwiana ikut Pilwalkot.


Saya kenal "dekat" keduanya. Mereka bukan petaruh. Mereka berkecimpung dalam ranah intelektual. Supriyadi jurnalis sepanjang karirnya dan Rachmat Husein aktivis dan staf khusus seorang wali kota.


Munculnya ide taruhan kemungkinan puncak akumulasi dari Rachmat Husein yang sudah dua kali "menabrak tembok" dugaan politik uang (money politic) yang terjadi di Pilgub Lampung.


Dia dua kali mengawal Herman HN merebut kursi gubernur. Namun, pada Pilgub 2014, jagonya kalah dengan Ridho Ficardo. Pada Pilgub 2018, Herman HN kembali keok dengan Arinal Djunaidi.


Ridho Ficardo dan Arinal Djunaidi sama-sama punya kedekatan dengan Purwanti Lee, bos besar pemilik ratusan ribu hektare dan empat pabrik gula di Provinsi Lampung.


Sang taipan itu bahkan ikut keliling "menjual" Ridho Ficardo dan Arinal Djunaidi agar dipilih rakyat. Kampanye keduanya juga paling masif dan banjir hadiah dibandingkan dengan para kandidat lain.


Ajaib, walau awalnya Ridho Ficardo yang masih berusia kepala tiga dan Arinal Djunaidi dengan popularitas dan elektabilitasnya rendah hasilnya akhirnya moncer: menang Pilgub Lampung.


Pasca-Pilgub Lampung 2018, Rachmat Husein berteriak lantang dan aksi turun ke jalan bersama ribuan warga yang siap bersaksi dan mengantongi bukti terjadinya money politic.


Namun, teriakan Rachmat Husein, para aktivis, dan ribuan warga "menabrak tembok". Bawaslu dan KPU Lampung tak melihat dugaan pelanggaran signifikan untuk pembatalan terhadap gubernur terpilih.


Hasil Pansus Politik Uang DPRD Lampung juga menyangkut di loteng para pemangku hukum hingga kini.


Supriyadi Alfian ada di situ. Dia ikut mengantarkan terpilihnya Ridho Ficardo dan Arinal Djunaidi. Cuti dari jabatannya sebagai ketua PWI Lampung, Supriyadi keliling menyiapkan tetek bengek kampanye Ridho dan Arinal.


Bagaimana jelang Pilwalkot Bandarlampung akhir tahun ini? Salah seorang calon wali kota, Yusuf Kohar juga memiliki kedekatan dengan Purwanti Lee sejak lama dan ikut pula mengkampanyekan Ridho bersama Purwanti Lee.


Bisik-bisik, pascakekalahan Herman HN dengan Ridho Ficardo, Purwanti Lee menitipkan Yusuf Kohar sebagai wakilnya untuk periode keduanya sebagai wali Kota Bandarlampung.


Mengecewakan, Herman HN dan Yusuf Kohar hanya kompak saat pelantikan, setelah itu, keduanya bak Tom and Jerry, saling serang dengan kata-kata lewat media massa.


Sisi lain, di Pilwalkot Bandarlampung 2020 kali ini, Arinal Djunaidi mendukung Rycko Menoza, putra sulung mantan dua periode gubernur Lampung, Sjachroedin ZP.


Arinal Djunaidi bisa jadi mendukung Rycko sebagai balas budi kebaikan hubungan antara dirinya dengan bapaknya Rycko: Sjachroedin ZP.


"Garis tangan hidup saya tidak terlepas dari buah tangan Pak Sjachroedin," kata Ketua Golkar Lampung itu saat pelepasan Sjachroedin ZP sebagai Dubes Kroasia di Rumah Dinas Gubernur Lampung, Mahan Agung, Jumat, 9 Agustus 2019.


Di bawah kepemimpinan Sjahroedin, Arinal pernah menjabat sebagai kepala Dinas Kehutanan Provinsi Lampung, asisten Pembangunan Sekretariat Daerah Provinsi Lampung, asisten Kesejahteraan Sekretariat Daerah Provinsi Lampung, ‎asisten Pemerintahan Sekretariat Daerah Provinsi Lampung, dan ‎asisten Pembangunan Sekretariat Daerah Provinsi Lampung.


Arinal mendukung Rycko sedangkan Purwanti Lee bersahabat dengan Yusuf Kohar. Sekian bulan, Yusuf Kohar "luntang-lantung" cari dukungan partai dan sosialisasi bennernya nyimpil di sudut-sudut kota.


Sang wakil wali kota nyaris tak diperhitungkan dalam kontestasi Pilwalkot 2020.


Namun, akhir-akhir ini, semakin dekat pendaftaran, Yusuf Kohar terlihat semakin gagah. Dia berhasil menggaet Tulus Purnomo, kader senior dan mumpuni PDIP Lampung.


Dukungan partai yang selalu diwarnai pula negosiasi "mahar" dengan alasan biaya untuk mengerakan roda partai belakangan ini tampak mengalir lancar kepada kedua pasangan ini.


Bisa jadi, PDIP yang hingga kini belum memutuskan rekomendasi calon wali Kota Bandarlampung akhirnya berlabuh ke Yusuf-Tulus, walau Eva Dwiana kader PDIP yang berhasil memeroleh suara terbanyak pada Pileg 2019 untuk DPRD Lampung.


Nah itu, mungkin, faktor penyebab prediksi Supriyadi Alfian yang diumbar lewat FB dan media miliknya. Konon, satu-satunya jalan mengalahkan Eva Dwiana adalah mempreteli perahunya.


Namun, jika prediksi itu meleset, duel ulang kembali antara Herman HN yang kini dilanjutkan sang isteri dengan "kroni-kroninya" Purwanti Lee terjadi lagi di Pilwalkot Bandarlampung 2020.


Nah, siapa lagi yang mau taruhan Rp100 juta atau bonsai?


*Plt Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Lampung.