Tanggapan Kuasa Hukum Babay Chalimi atas Pernyataan Farhat Abbas  (1)

Amrullah/Ist
Amrullah/Ist

KUASA hukum Babay Chalimi, Amrullah dikuatkan Ujang Tomy menanggapi pernyataan Farhat Abbas selaku kuasa hukum termohon pada teguran (aanmaning) putusan inkracht PT. Sumber Batu Berkah (SBB). Kasus ini sendiri dimenangkan penggugat Babay Chalimi dengan perkara nomor 15/PDT.G/2002/PN TK.

Aanmaning dipimpin Ketua PN Tanjungkarang, Syamsul Arief dan dihadiri panitera Asmar Josen berserta jajarannya pada Senin (11/7).

"Apa yang diutarakan oleh Farhat Abbas sangatlah tidak mencerminkan ucapan seorang Advokat yang sedang mendampingi klien dalam menghadapi eksekusi putusan inkracht," ujar Amrullah, Selasa (12/7).

Amrullah dan Ujang Tomy mempertanyakan statement Farhat Abbas: "Siapa yang mati, siapa yang menjual objek sita perkara nomor 15/2002 dan tanah kompensasi atas objek sita yang telah dijual tersebut?"

Menurut Amrullah, berdasarkan putusan inkracht perkara no 15/2002, terbukti bahwa Babay Chalimi dirugikan Rp40 miliar bersifat materildan Rp20 miliar bersifat moril, ditambah dwangsom lebih Rp12 miliar.

"Itu akibat PMH yang dilakukan oleh Kohar Widjaja dkk. selama kurun waktu 12 tahun yaitu sejak 1990 - 2002 sebelum akhirnya pada 2002 Kohar digugat PMH oleh Babay," kata Amrullah. 

Dikatakan Amrullah, Farhat bukan PH Babay Chalim. Sebab tidak ada bukti Surat Kuasa kepada Farhat dkk sejak 2002 - 2022. 

"Farhat juga dari 2002 tidak pernah ditunjuk sebagai PH oleh Kohar, sampai Kohar meninggal dunia pada 1 Agustus 2010 di Bandar Lampung," tambah Amrullah.