Tanggapan Wiyadi Soal 29 Anggota DPRD Gelar Paripurna Tandingan

Ketua DPRD Bandarlampung Wiyadi/ Faiza
Ketua DPRD Bandarlampung Wiyadi/ Faiza

Ketua DPRD Bandarlampung Wiyadi buka suara mengenai 29 Anggota DPRD yang membuat rapat paripurna tandingan karena tak ingin dirinya yang memimpin rapat tersebut, Selasa (22/6).


"Saya akan tanya dulu ke pimpinan yang lain, karena saya datang terlambat kemudian yang memimpin sidang juga bukan saya tapi Pak Aep (Wakil Ketua II). Saya tanya dulu kronologisnya. Kita lihat seperti apa tata tertibnya, aturannya seperti apa," kata dia. 

Menurutnya, dirinya hanya menjalankan tugas sesuai amanah yang ditetapkan dalam SK Gubernur Lampung sebagai Ketua DPRD. 

Namun, dia juga mengakui DPRD menganut paham kolektif kolegial dalam menjalankan tugas, sehingga siapa pun boleh memimpin. Ia juga menegaskan, tak pernah melarang pimpinan lainnya untuk memimpin rapat. 

"Saya juga tidak akan pernah melarang teman-teman untuk memimpin rapat rapat paripurna, maka di kesempatan paripurna lain saya juga berbagi tugas dan memberikan kesempatan yang lainnya untuk memimpin," ujarnya. 

"Ketika pembahasan anggaran pun kami bagi tugas Wakil Ketua I, II dan III memimpin sidang, karena di lembaga politik ini kadang ada kegiatan partai dan juga di tata tertib pimpinan lain kita beri delegasi untuk memimpin rapat di DPRD," tambahnya. 

Menanggapi tudingan dirinya sewenang-wenang dalam membuat keputusan dan arogan, Wiyadi mengaku, tak bisa memaksakan pandangan orang lain kepadanya. Kritik itu akan menjadi bahan perbaikan dalam memimpin DPRD. 

ketua DPC PDIP Bandarlampung ini mengaku, tetap menjalin komunikasi dengan ketua fraksi dan para pimpinan dewan untuk menyelesaikan konflik internal ini. 

 "Insyaallah nanti selesai, teman-teman fraksi kan tetap komunikasi, kita dengan pimpinan yang lain tetap komunikasi, kita jalin komunikasi, karena apa pun ceritanya, 50 anggota ini kan mengemban amanah yang sama dan komunikasi harus terjalin," kata dia. 

Sementara itu, Ketua Fraksi PAN Hadi Thabrani membantah pernyataan Wiyadi. Menurutnya, Wiyadi belum pernah mengajak berdialog untuk mendengar tuntutan 29 Anggota dewan. 

"Dia turun juga enggak, tidak ada niat merangkul," ujarnya.