Tangkap Tiga Kepala Daerah Dalam Satu Bulan, Ketua KPK: Apakah Kami Diam?

Ketua KPK Firli Bahuri dalam acara bertajuk "Diskusi Literasi Anti Korupsi" yang diselenggarakan Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) /RMOL
Ketua KPK Firli Bahuri dalam acara bertajuk "Diskusi Literasi Anti Korupsi" yang diselenggarakan Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) /RMOL

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus melakukan upaya dan kerja-kerja pemberantasan korupsi di Indonesia dalam rangka mewujudkan cita-cita negara yang adil makmur dan sejahtera. Salah satu upaya yang dilakukan yakni melalui pendekatan pendidikan bagi masyarakat.


Ketua KPK Firli Bahuri mengatakan, pendekatan pendidikan masyarakat menjadi penting karena lembaga penegak hukum sudah banyak di Indonesia, regulasinya pun dirasa cukup mendukung upaya-upaya tersebut. Namun, sialnya masih saja ada praktik korupsi di Tanah Air.

Hal tersebut dikatakan Firli Bahuri dalam acara bertajuk "Diskusi Literasi Anti Korupsi" yang diselenggarakan Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) dan dihadiri pejabat daerah Kepri dan Kota Batam, pada Sabtu siang (19/3).

"Yang ditangkap nggak kurang-kurang bulan Januari 2022, tiga kepala daerah kita tangkap, di awal-awal tahun 2022 ada Walikota Bekasi, tempat tinggal saya, walikota saya. Ada Bupati Penajam Paser Utara, Bupati Langkat, tiga orang kepala daerah dalam satu bulan di awal tahun 2022," kata Firli.

"Apakah kami diam? Tidak. Kita terus melakukan upaya untuk membangun yang kita kenalkan membangun budaya anti korupsi," imbuhnya menegaskan.

Sebab, kata Firli, dalam menanamkan budaya anti korupsi, tentu diawali dari nilai atau value. Dari nilai itu, diyakini akan membentuk karakter.

Ketia karakter yang kuat dan berintegritas itu terbentuk, akan terbangun sebuah budaya. Jika sudah terbentuk budaya yang kuat, maka diyakini menjadi suatu peradaban.

"Jadi konsepnya di dalam pendidikan masyarakat adalah value character culture and civilization. Nilai, karakter, budaya, dan peradaban," tuturnya.

"Kita sungguh mimpikan budaya anti korupsi peradaban anti korupsi bersemai dan mapan dalam setiap hati sanubari anak negeri," sambung Firli.

Purnawirawan jenderal polisi bintang tiga itu, memimpikan Indonesia suatu saat akan terbebas dari belenggu korupsi. Sehingga, kata dia, generasi penerus bangsa di masa depan akan hidup sejahtera, cerdas, mapan tanpa harus melakukan korupsi.

"Kalau kita sudah mapan dengan budaya anti korupsi peradaban kita adalah peradaban antikorupsi betul-betul kita bisa mewujudkan Indonesia sebagaimana cita-cita para petinggi bangsa sebagaimana alinea keempat Pembukaan UUD 1945 yang saya sampaikan di muka tadi," pungkasnya.

Dalam kegiatan tersebut, hadir Ketua Umum JMSI, Teguh Santosa; Dewan Pembina JMSI Kepri, Yan Fitri Halimansyah; Walikota Batam, Rudy; Bupati Karimun, Aunur Rafiq; Wakil Walikota Batam, Amsakar Ahmad; serta pengurus pusat dan pengurus daerah JMSI Kepri.