Tebar Banner se-Lampung, Hantoni Hasan Beberkan Motivasi Nyalon Gubernur

Hantoni Hasan/Faiza
Hantoni Hasan/Faiza

Banner Hantoni Hasan Calon Gubernur Lampung 2025-2029 bertebaran di sepanjang jalan di Provinsi Lampung sejak tiga hari lalu.


Tertulis di dalam banner, slogan "Lampung Bangkit" terletak di atas foto Ketua Dewan Pakar PKS Lampung itu. Saat ditemui pun, Hantoni Hasan menyatakan keseriusannya ingin menggantikan Arinal Djunaidi. 

"Saya serius lah. Ngapain pasang banner se-Lampung kalau gak serius. Saya memulai duluan agar gagasan membangun Lampung ini dimulai sejak awal," kata dia saat ditemui di kediamannya di Bandar Lampung, Rabu (8/6).

Menurutnya, pemaparan gagasan membangun Lampung harus dilakukan sedini mungkin. Pasalnya, isu Pilkada yang digelar 27 November 2024 bisa tergerus oleh isu Pilpres dan Pileg yang digelar lebih awal yakni 14 Februari 2024.

"Nantinya, pilkada asal nyoblos nyoblos aja. Oleh karena itu penting dibangun gagasan membangun lampung sejak awal agar masyarakat punya banyak pilihan," sambungnya. 

Ia menegaskan, slogan "Lampung Bangkit" yang diusungnya melihat dari kondisi Lampung sekarang. Hal itu bisa dilihat dari Lampung yang menjadi Provinsi termiskin nomor 4 di Sumatera, di bawah Aceh, Bengkulu dan Sumatera Selatan. 

"Ukurannya jelas, tingkat kemiskinan linear aja, dulu tiga sekarang empat, IPM (Indeks Pembangunan Manusia) paling rendah se-sumatera dan sebagainya," kata pria kelahiran Menggala, 23 Mei 1969 itu. 

Padahal, lanjutnya, Lampung memiliki potensi berkembang yang luar biasa, mulai dari alam hingga pariwisata. Namun, saat ini kekayaan tersebut tidak bermanfaat signifikan bagi masyarakat. 

"Kalau begitu apa yang harus diperbaiki?Pengelolaannya. Pemimpinnya harus punya visi, dan punya gagasan. Terkahir, ilmu itu mendahului perbuatan, jangan sampai perbuatan tanpa ilmu. Kita punya banyak ahli, profesor untuk ditanyai, jangan bangun semau-mau," katanya. 

Meski sudah punya visi dan gagasan, Hantoni mengakui dirinya juga memerlukan perahu untuk berlayar jadi orang nomor satu. 

Mantan Ketua DPW PKS Lampung ini mengatakan, dirinya juga akan melakukan pendekatan politik. Paling utama, pendekatan dilakukan melalui diskusi dengan para stakeholder per sektor. 

"Saya sudah lapor, keputusan partai silakan saja untuk melakukan sosialisasi. Kalau dengan parpol lain belum berkomunikasi, tapi sudah saya pikirkan, sekarang juga belum ada parpol yang buka (penjaringan)," tambahnya. 

Menurutnya, sebentar lagi nama-nama calon gubernur akan mulai bermunculan, yang awalnya malu-malu juga tidak ingin kecolongan. Hal ini akan semakin baik untuk adu gagasan. 

"Sebentar lagi akan muncul, karena sudah keduluan kita. Sekarang sudah mulai ramai di facebook tapi masih malu-malu," pungkasnya.

Saat dikonfirmasi, Ketua DPW PKS Lampung Ahmad Mufti Salim mengatakan, pemasangan banner itu merupakan inisiatif pribadi Hantoni Hasan, bukan usulan partai. 

"Masih inisiatif pribadi, belum dibahas struktur," kata dia, Rabu (8/6).

Mufti melanjutkan, soal calon yang akan diusung PKS dalam Pilkada 2024 masih belum diputuskan. Jika Hantoni Hasan berniat mencalonkan diri, kata Mufti, nantinya akan diproses lewat mekanisme partai. 

"Pastinya akan dijalankan prosesnya sesuai mekanisme partai terkait Pilkada. Jika memungkinkan, bisa lanjut, kalau tidak, partai akan putuskan yang lebih maslahat," kata dia. 

Hantoni Hasan merupakan adik kandung Prof. Hasbi Hasan Sekretaris Mahkamah Agung RI. Sebelum menjadi Ketua Dewan Pakar PKS, Hantoni adalah Ketua MPW PKS Lampung. 

Ia pernah satu periode sebagai Wakil Ketua DPRD Kota Bandar Lampung. Dua periode di DPRD Lampung, 2010-2014 sebagai Wakil Ketua dan 2014-2019 sebagai Ketua Komisi II. 

Pada Pemilu 2019, ia mencalonkan diri sebagai calon Anggota DPR RI lewat Dapil I yang meliputi Bandar Lampung, Lampung Selatan, Metro, Pesawaran, Pringsewu, Lampung Barat, Tanggamus, dan Pesisir Barat. Namun, ia gagal menuju senayan.