Teliti Mutu Pembelajaran PAI di PTS, Firmansyah Raih Gelar Doktor

Firmansyah/Ist
Firmansyah/Ist

Rektor Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya, Firmansyah memperoleh gelar doktoralnya setelah melakukan sidang terbuka pada program studi Manajemen Pendidikan Agama Islam UIN Raden Intan Lampung. 


Dalam disertasinya, Firmansyah mengangkat judul Mutu Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di perguruan tinggi swasta (PTS) di Bandar Lampung. 

"Sebetulnya ide muncul dari keresahan melihat anak muda yang banyak tidak paham agama, padahal diajarkan agama sejak kecil," kata Firmansyah, Jumat (3/12). 

Lanjutnya, hasil penelitian dibeberapa tempat seperti di Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) menyatakan 82 persen mahasiswa baru Unsyiah tidak bisa membaca Alquran, padahal kita tahu bahwa Provinsi Aceh dikenal dengan ilmu agamanya. 

"Banyak juga kita lihat sosial eksperimen ketika ditanya soal rukun iman dan rukun Islam banyak yang tidak bisa menjawab. Hal ini yang mendasari saya untuk berkontribusi terhadap mutu pembelajaran PAI di PTS," ujarnya. 

Penelitian yang dilakukan di Universitas Bandar Lampung, Universitas Tulang Bawang dan IIB Darmajaya, menunjukkan masih jauhnya mutu pembelajaran PAI dari harapan. 

"Sumber utamanya yakni mata kuliah PAI di swasta hanya 2 sks, rata-rata dosennya juga dosen luar biasa, sehingga tidak terkontrol mutunya. Mata kuliah PAI juga dianggap mata kuliah wajib lulus dan diluluskan," ujarnya. 

Sehingga, Firmansyah menawarkan suatu model pembelajaran yakni pentingnya intervensi dari PTS agar menganggap PAI adalah mata kuliah penting. Keputusan menambah sks mata kuliah PAI, mengangkat dosen tetap agama Islam, serta menerapkan etika dan akhlak pada mata kuliah lain. 

"Semoga model pembelajaran yang saya tawarkan dapat digunakan dan bermanfaat bagi PTS," jelasnya.