Terapkan PLTMH dan PLTS, Dosen Itera Terangi Desa Batu Saeng Tanggamus

Penerapkan PLTMH dan PLTS di Desa Batu Saeng Tanggamus/Ist
Penerapkan PLTMH dan PLTS di Desa Batu Saeng Tanggamus/Ist

Tim dosen Institut Teknologi Sumatera (Itera) menerapkan teknologi energi hybrid dari Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) dan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) untuk melistriki 20 rumah warga di Dusun Batu Saeng, Tanggamus.


Ide tersebut muncul, saat dosen Prodi Teknik Sistem Energi, Madi melakukan survei terhadap PLTMH di lokasi yang sudah tua dan hampir terbakar, serta rumah pembangkit yang hanya terbuat dari kayu dan hampir roboh. 

Dari situ, Madi mengajak rekan dosen lain untuk menerapkan turbin mikrohidro kapasitas 10.000 watt, rumah PLTS yang beratap 9 modul panel surya kapasitas 1080 wp untuk melistriki 20 rumah warga. 

Melalui dana dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi, Madi bersama tim doses dan masyarakat saling bergotong royong untuk menerapkan teknologi energi hybrid. 

"Produksi energi listrik yang dihasilkan oleh PLTMH sebesar 10 kW perharinya dan PLTS 5,4 kW perhari. Sehingga, total energi yang dihasilkan kurang lebih 15 kW untuk memenuhi kebutuhan listrik sehari-hari," kata Madi, Senin (4/7). 

Diketahui, Desa Saeng merupakan salah satu desa terpencil di Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung. Perjalanan menuju lokasi memang tidaklah mudah karena lokasi hanya dilalui jalan setapak, bertanah liat bercampur batu-batu.

“Kami merasa sangat senang mengabdi di lokasi tersebut dengan memanfaatkan potensi alam yang ada yaitu air dan matahari sebagai sumber energi listrik,” ujarnya.

Ketua Kelompok Masyarakat Mikrohidro, Dusun Batu Saeng, Muhanan mengaku sangat bersyukur dan mengucapkan banyak terima kasih kepada dosen dan mahasiswa Itera yang telah membantu warga dalam menerapkan PLTMH dan memenuhi kebutuhan listrik untuk penerangan.