Terdampak Covid-19, 12 Hotel Di Bandarlampung Tutup

Akibat pencegahan penyebaran covid-19 yang menganjurkan masyarakat untuk di rumah saja, membuat 12 hotel di Bandarlampung tutup operasional.


Wakil Sekretaris Perhimpunan Hotel Restoran Indonesia (PHRI) Lampung, Raban mengatakan terjadi penurunan hunian antara 70-80 persen dari sebelum ada covid-19.

"Dari 31 Maret hingga 1 April tercatat ada 12 hotel yang
tutup operasi sementara karena memang hunian sangat rendah sekali. Hunian itu
antara 4-5 orang," Kata Raban saat ditemui di Hotel Bukit Randu, Senin (6/4).

Menurutnya, sebagian hotel di Lampung telah
mengistirahatkan atau merumahkan karyawan, menggurangi pemakaian listrik, dan
penjualan menggunakan sistem blok.

"Kita juga telah mengajukan ke gubenur Lampung, walikota,
dan bupati masing-masing daerah untuk memberikan simulus terhadap oprasional
PHRI Lampung," jelasnya.

Stimulus yang diajukan seperti pengurangan beban hingga
100 persen untuk pajak BPN 1, pajak penerangan jalan, pajak PPH 21, pajak PPH
25, pajak air, retribusi sampah, dan pajak BPJS Ketenagakerjaan. "Sedangkan
permintaan kita kepada PLN, kalau itu ada beban bisa dihilangkan. Jadi kita
membayar ke PLN sesuai pemakaian dululah," ujarnya.

Lanjutnya, pengajuan stimulus ini kalau bisa 6 bulan ke
depan dari April hingga September, karena situasi saat ini belum membaik.

"Kalau dari gubernur sudah menerbitkan himbauan ke
bupati, walikota. Tinggalkan ada kewenangan di masing-masing kabupaten kota,"
jelasnya.

Mengenai keringanan 50 persen dari Bulan April hingga Mei
dari Walikota Bandarlampung, Raban berharap masih bisa lebih. Kalau bisa
permintaan hingga 100 persen selama 6 bulan.

"Mungkin bisa dipertimbangan karena memang situasi saat
ini sangat sulit untuk kami oprasional. Jadi sekarang ini oprasi mengurangi
kerugian. Nanti kita lihat suratnya, kalau masih memungkinkan akan kita ajukan
kembali," jelasnya.

12 hotel yang tutup operasional sementara diantaranya
Hotel Yunna, Hotel Sheraton, Kampung Wisata Tabek Indah, Swiss Belhotel, Rumah
Kayu, Hotel Bandara Syariah, Hotel Sahid, Nusantara Syariah, Hotel Emersia,
Hotel Marcopolo, Lembah Hijau dan Suak Sumatera Resort.

"Sampai saat ini teman-teman dari PHRI Bandarlampung
belum menyampaikan batas waktu sampai kapan akan kembali beropasional,"
pungkasnya.