Terjerat Kasus UU ITE, Pengacara Amrullah Dituntut 5 Bulan

Amrullah/Ist
Amrullah/Ist

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Bandar Lampung I Wayan Suardi menuntut Pengacara Amrullah 5 bulan penjara dan percobaan 6 bulan dalam sidang di Pengadilan Negeri Tanjungkarang, Selasa (2/11).


Jaksa menjerat Amrullah dengan Pasal 27 ayat (3), juncto Pasal 45 ayat (3), UU nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, sebagaimana telah diubah dengan UU nomor 19 tahun 2016 tentang Perubahan Atas UU nomor 11 Tahun 2008, tentang ITE.

Amrullah saat kejadian merupakan Kuasa Hukum Rice Megawati, istri almarhum Satono (DPO korupsi Lampung Timur).

Ia dituntut karena melakukan tindak pidana dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan, dan atau mentrasmisikan, dan atau membuat dapat diaksesnya informasi elektronik, dan atau dokumen elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan atau pencemaran nama baik.

Diketahui, dalam dakwaan perkara ini, Amrullah didakwa telah melakukan tindakan yang menimbulkan kegaduhan, melalui ucapannya di sebuah berita media online Lampung, yang menyoal permasalahan lahan pada pantai Queen Artha, di Kabupaten Pesawaran.

Berita yang menjadi konsumsi publik tersebut ditulis dengan judul "Hindari Lelang Hinga Hanya Setor 10 Milyar, Jual Beli Aset Alay Pantai Queen Artha Senilai 88 Milyar Diminta Diusut" yang diunggah pada 8 September 2020.

Berita itu menyebutkan beberapa nama dari berbagai instansi, yakni Andrie W Setiawan Jaksa Kejaksaan Tinggi Lampung, Donny Leimena selaku Pembeli objek sita Queen Artha, Andrianto selaku Notaris dan PPAT, dan Puntjak Indra selaku penjual asset. 

Selain membuat kegaduhan lewat media online, Amrullah didakwa membuat keributan dan kegaduhan di lokasi pantai queen artha dengan memasang spanduk sehingga terjadi keributan dan keresahan terhadap karyawan karyawan Donny Leimena yang bekerja di lokasi pantai queen artha SHM 13 dan 14.