Tersangka Fee Proyek Mencatut Nama Wabup Pringsewu Ditahan di Polda

Kasi Intel Median Suwardi/ Nurul Ikhwan
Kasi Intel Median Suwardi/ Nurul Ikhwan

Tersangka korupsi fee proyek pembangunan Kabupaten Pringsewu tahun 2019 Bambang Urip Trimartono resmi ditahan di rutan Polda Lampung.  


Tersangka mencatut nama Wakil Bupati Pringsewu terlibat dalam kasus yang kini menjadikannya tersangka. 

Bambang didampingi kuasa hukumnya Yalva Sabri mengaku diperintah oleh wakil bupati untuk menerima sejumlah ijon dari rekanan dalam sebuah pengurusan proyek pemerintah kabupaten. 

"Uang proyek tersebut sudah saya serahkan ke beliau (wakil bupati, red ). Jadi, tanya saja kepada beliau," ucap Bambang kepada wartawan Kejari Pringsewu, Senin (1/11).

Bambang tiba di Kejari Pringsewu pukul 15.00 WIB didampingi kuasa hukum Yalva Sabri. 

Kajari Pringsewu Ade Indrawan melalui Kasi Intel Median Suwardi mengatakan kejari menerima pelimpahan tersangka dugaan korupsi fee proyek pembangunan dari penyidik Polda dan tim peneliti  Kejaksaan Tinggi Lampung atas nama Bambang Urip Tri Martono. Saat ini, kata Median, tersangka ditahan di rutan Polda Lampung. 

"Tersangka untuk saat ini ditahan di rutan Polda Lampung untuk menunggu proses persidangan," jelasnya. 

Sementara untuk proses persidangan tersangka Kejari Pringsewu belum bisa memastikan kapan jadwal sidang itu di pastikan termasuk berapa jumlah kerugian negara pada kasus dugaan korupsi fee proyek pembangunan itu 

"Masih menunggu setelah dilimpahkan tentunya. Ada jadwal penetapan sidang dipengadilan negeri tempat yang menyidangkannya," katanya. 

"Kejari Pringsewu dalam hal ini hanya menerima pelimpahan tersangka dan menyelesaikan administrasi untuk pelimpahan nya untuk disidangkan," imbuhnya. 

Tersangka korupsi fee proyek Bambang Urip Trimartono dijerat pasal 378 dan 372 KUHP dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara.