Tersangka Pembacokan Sekdis Koperindag Diserahkan Keluarga ke Polres Tanggamus

Ist
Ist

DPO tersangka penganiayaan berat (anirat) terhadap Wawan Haryanto (40) Sekretaris Dinas (Sekdis) Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Koperindag) Kabupaten Tanggamus, diamankan dan ditahan Satreskrim Polres Tanggamus.


Kasatreskrim AKP Hendra Safuan mengungkapkan, tersangka berhasil diamankan setelah pihaknya melakukan koordinasi dan pedekatan dengan pihak keluarga tersangka.

Selanjutnya, berdasarkan kesepakatan tersebut, keluarga tersangka menyerahkan tersangka kepada personel Tekab 308 Polres Tanggamus. 

"Tersangka FH (33) warga Pekon Padangratu Kecamatan Wonosobo, berhasil diamankan pada Selasa, 12 April 2022, pukul 10.00 WIB, setelah pihak keluarga bersedia menyerahkannya," jelas Iptu Hendra Safuan mewakili Kapolres Tanggamus Polda Lampung AKBP Satya Widhy Widharyadi, Minggu (17/4).

Selain mengamankan tersangka, pihaknya juga telah mengamankan alat yang digunakan oleh tersangka berupa sebilah celurit. Untuk barang bukti diamankan terlebih dahulu saat petugas mendatangi TKP.

Kasat menjelaskan, kronologi pembacokan terhadap Wawan Haryanto, terjadi pada Jumat tanggal 11 maret 2022, sekitar pukul 10.00 WIB di depan Kantor Koperindag Tanggamus.

Saat korban datang ke kantor hendak masuk ke tempat kerjanya, kemudian didatangi oleh tersangka dengan membawa celurit. Lalu menyabetkan celurit tersebut ke arah korban.

Akibat kejadian tersebut korban mengalami luka robek pada bagian tangan dengan 14 jahitan dan luka diperut dengan 8 jahitan, kemudian korban dibawa ke rumah sakit oleh para saksi.

Saat ini tersangka dan barang bukti ditahan di Mapolres Tanggamus guna proses penyidikan lebih lanjut.

"Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 351 ayat (2) KUHP, ancaman maksimal 5 tahun penjara," ungkapnya. 

Sementara berdasarkan keterangan FH, ia melakukan penganiayaan tersebut dipicu masalah pribadi yang pernah terjadi beberapa tahun silam yang menurutnya tidak tuntas, karena dia (Wawan) enggak pernah mau meminta maaf.

"Penganiayaan itu spontanitas, sebab ketika saya melihat korban yang datang ke kantor tetiba saya langsung dirasuki fikiran jahat, saat saya lihat korban datang. Jadi saya ambil celurit di mobil hingga terjadi penganiayaan tersebut," ucapnya. 

Atas hal itu, yang membuatnya tergiring ke sel tahanan. FH mengaku menyesali perbuatannya. "Saya sangat menyesal, melakukan perbuatan penganiyaan," tandasnya.