Tersangka Pencabulan Siswi SMA Hingga Hamil Serahkan Diri ke Polres Pringsewu

Tersangka pencabulan siswi SMA/Ist
Tersangka pencabulan siswi SMA/Ist

Kasus pencabulan anak di bawah umur kembali terjadi di Kabupaten Pringsewu. Kali ini dialami siswi SMA berinisial FX (17), korban yang dicabuli pacarnya hingga hamil.


Orang tua korban yang tak terima anaknya hamil lantas melaporkan peristiwa itu ke Polres Pringsewu dengan nomor: LP/B/495/IX/2021/SPKT/Polres Pringsewu/Polda Lampung, tanggal 9 September 2021 tentang persetubuhan terhadap anak. 

Kasat Reskrim Polres Pringsewu Iptu Feabo Adigo Mayora Pranata mengatakan, atas laporan Unit Perlindungan perempuan dan anak (PPA) Satreskrim Polres Pringsewu melakukan serangkaian proses penyelidikan dan pemeriksaan terhadap korban maupun saksi-saksi.

Polisi juga melakukan proses visum terhadap korban di salah satu rumah sakit di Pringsewu. "Dari hasil visum terdapat luka robek di bagian selaput dara organ intim dan diketahui korban sudah dalam kondisi hamil tujuh Minggu," kata Feabo melalui keterangan tertulis, Selasa (9/11).

Hasil penyelidikan polisi, pria berinisial GS (18) yang belakangan diketahui adalah pacar korban diduga sebagai pelaku pencabulan. Warga Kampung Gedungjaya, Kecamatan Rawapitu, Kabupaten Tulangbawang lantas diamankan polisi pada Senin (8/11) kemarin, usai pelariannya selama dua bulan. "Pelaku menyerahkan diri ke Mapolres Pringsewu dengan didampingi keluarganya," ujarnya. 

Dalam proses pemeriksaan, pelaku yang kini ditetapkan sebagai tersangka mengaku sudah tiga kali melakukan pencabulan terhadap korban selama kurun waktu bulan April hingga Agustus 2021.

Menurut tersangka, kata Feabo, pencabulan dilakukan di dua lokasi yakni di rumah kontrakan tersangka di Kelurahan Pringsewu Barat. Kemudian di rumah kontrakan tersangka yang berada di Pringadi, Kelurahan Pringsewu Utara senanyak dua kali. "Dalam proses pemeriksaan tersangka bersifat kooperatif dan mengakui semua perbuatanya," ujarnya.

Tersangka kini ditaham di Mapolres Pringsewu untuk mempertanggung jawabkan perbuatanya. Tersangka dijerat dengan undang undang perlindungan anak Pasal 76 D Jo Pasal 81 UU RI Nomor 17 tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU RI Nomor 01 tahun 2016 tentang Perubahan Kedua Atas UU RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.