Tiga Bulan Sektor Informal Mandek, Mana Kehebatan Perppu Corona?

Sudah tiga bulan sektor informal mandeg. Pengamat kebijakan publik dari CPPS Bambang Istianto mempertanyakan kehebatan Perppu Corona?




Sudah tiga bulan sektor informal mandeg. Pengamat kebijakan publik dari CPPS Bambang Istianto mempertanyakan kehebatan Perppu Corona?

Kehebatan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) 1/2020 dalam menjaga stabilitas ekonomi masyarakat menengah ke bawah saat pandemi Covid-19 belum tampak.

Begitu tegas pengamat kebijakan publik dari Center of Public Policy Studies (CPPS), Bambang Istianto, saat dihubungi Kantor Berita Politik RMOL, Senin (20/4).

"Sudah tiga bulan kegiatan ekonomi sektor informal terhenti. Publik memahami kebingungan pemerintah mencari langkah yang tepat," sindir Bambang Istianto.

Secara pribadi, Bambang menyadari bahwa beban pemerintah dalam situasi saat ini memang berat.

Di samping harus menangani Covid-19, pemerintah juga harus memastikan ekonomi masyarakat kelas menangah ke bawah terpenuhi.

Karena itu, tidak hanya beban pemerintah yang semakin berat, tapi masyarakat terutama menengah ke bawah juga ibarat sudah jatuh tertimpa tangga pula, kata kademisi lulusan Universitas Padjajaran ini.

Bambang Istianto berkesimpulan bahwa harapan masyarakat sangat tinggi terhadap pemerintah.

Maka dari itu, dia meminta pemerintah bekerja secara benar.

Misalnya, memberhentikan proyek-proyek yang tengah berjalan dan memastikan sasaran bantuan sosial tepat sasaran dan tidak dikorupsi.

"Publik berharap pemerintah tidak memikirkan ibu kota baru dan pembangunan infrastruktur tapi fokus penanganan pandemik Covid-19 dan menggelontorkan dana untuk jaring pengaman sosial tepat sasaran dan tanpa dikorupsi," pungkas Bambang Istianto.