Tiga Korban Pesawat Teridentikasi, Satu Alumni Darmajaya

Kantong potongan jasad jatuhnya pesawat /Net
Kantong potongan jasad jatuhnya pesawat /Net

Disaster Victim Identification (DVI) berhasil mengidentifikasi tiga korban jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182. Salah seorangnya alumi Darmajaya: Asyhabul Yamin (36).


Selain alumni Prodi Manajemen tahun 2011 atau angkatan 2007 tersebut, DVI telah mengindentifikasi potongan jenazah Fadly Satrianto (38) dan Khasanah (50).

"Ada 3 korban yang kami bisa identifikasi dari 4 kantong mayat yang diperiksakan," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono di RS Polri, Selasa (12/1).

Kepala Pusat Inafis Polri, Brigjen Hudi Suryanto membeberkan, Asyhabul Yamin teridentifikasi dari kantong mayat nomor 0072 dan 0029. 

Dia merupakan warga Jalan Sakti Nomer 7A RT 05/06 Petukangan Selatan, Pesanggarahan, Jakarta. Dia terdaftar sebagai penumpang dengan nomor manifes 40. 

Identitas mereka terkuak berdasarkan persamaan sidik jari e-KTP dengan jempol kanan jenazah korban.

Jenazah kedua yakni Fadly Satrianto. Dia merupakan warga Teluk Penanjung RT 04/05 Jawa Timur. Dia terdaftar dalam manifest nomor 31.

"Ini ternyata co-pilot Sriwijaya perbandingan sidik jari dari e-KTP telunjuk kanan dan 1 dari potongan body part identik 12 titik persamaan," terang Hudi.

Kemudian korban ketiga yakni Khasanah. Dia teridentifikasi dari kantong mayat 0040. Dia merupakan warga asal Pontianak, Kalimantan Barat. Dia terdaftar dalam manifes nomor 28.

"Ini juga sudah kami perbandingkan sidik jarinya jempol kanan di kantong mayat dan e-KTP menemukan 12 titik persamaan, jadi identik," tandas Hudi.

Sebelumnya, pesawat Sriwijaya Air nomor register PK-CLC SJ-182 rute Jakarta-Pontianak hilang kontak pada Sabtu (9/1) pukul 14.40 WIB dan jatuh di perairan Kepulauan Seribu di antara Pulau Lancang dan Pulau Laki.

Pesawat jenis Boeing 737-500 itu hilang kontak pada posisi 11 nautical mile di utara Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang setelah melewati ketinggian 11.000 kaki dan pada saat menambah ketinggian di 13.000 kaki.

Pesawat take off dari Bandara Soekarno Hatta pukul 14.36 WIB. Jadwal tersebut mundur dari jadwal penerbangan sebelumnya 13.35 WIB. Penundaan keberangkatan karena faktor cuaca.

Berdasarkan data manifest, pesawat yang diproduksi 1994 itu membawa 62 orang terdiri atas 50 penumpang dan 12 orang kru. Dari jumlah tersebut, 40 orang dewasa, tujuh anak-anak, tiga bayi. Sedangkan 12 kru terdiri atas, enam kru aktif dan enam kru ekstra.