Tiga Pemalsu E-KTP di Bandar Lampung Divonis Ringan

Ilustrasi Rmol Network
Ilustrasi Rmol Network

Majelis Hakim Pengadilan Negeri Tanjungkarang menjatuhkan vonis ringan terhadap tiga terdakwa pemalsu KTP elektronik (KTP-el) dan dokumen kependudukan di Bandar Lampung, Selasa (17/5).


Mereka adalah, Eko Hadi Saputera (35), warga Wayhalim, Erniyanti (44), warga Tanjungkarang Timur, dan Khusnul Damayanti (50), warga Kedamaian yang bekerja sebagai ASN Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Bandar Lampung. 

Ketua Majelis Hakim Jhony Butar-Butar memvonis Eko dan Hadi 1 tahun dan 4 bulan penjara, sedangkan Khusnul Damayanti divonis 1 tahun dan 10 bulan penjara. 

Ketiganya juga divonis untuk membayar denda Rp50 juta subsider satu bulan kurungan karena terbukti melanggar Pasal 96A UU RI No. 24 tahun 2013 tentang perubahan atas UU RI No. 23 tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan Jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP

Vonis ini lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Moh. Rifani Agustam yang menuntut Eko dan Erni masing-masing 2 tahun dan Khusnul Damayanti 2,5 tahun. 

Para terdakwa juga dituntut untuk membayar denda masing-masing Rp50 Juta subsider 3 bulan penjara. 

Perbuatan mereka bermula saat pelaku yang masih berstatus dalam daftar pencarian orang (DPO) Ari Wicaksono, meminta Erni membuatkan e-KTP sebagai syarat pengajuan kredit. Erni pun meminta sejumlah uang. 

Erni kemudian membeli material e-KTP yang tidak terpakai ke Khusnul dan membawanya ke rental komputer milik Eko yang berada di Kelurahan Gunung Sulah, Wayhalim.

Eko pun berhasil ditangkap pada Rabu,15 Desember 2021 lalu. Dia telah melancarkan aksi tindak pidana pemalsuan dokumen tersebut sejak lima tahun silam.