Tiga Tahun RMOLLampung, Terima Kasih Pembaca


SEBAGAI kiper RMOLLampung.id, saya hanya berusaha bersama tim agar bisa menyajikan berita, tulisan, maupun opini terbaik kepada pembaca sejak mata melek pagi hari hingga meredup tengah malam.

Semua tulisan dijahit kata demi kata agar pembaca tak perlu mengerutkan kening, gampang dicerna lewat tertib EYD, engle, serta data dan nara sumber dari banyak pihak agar gurih disimak pembaca serumit apapun beritanya.

Dengan warisan sedikit pengetahuan jurnalistik tahun 1990-2000-an, setelah belasan tahun mundur dari dunia media, SKH Lampung Post, SKH Trans Sumatera, dan terakhir mampir ke Buletin Sapu Lidi milik NGO Komite Antikorupsi (Koak), serta kontributor Tempo Grup, saya kembali ke dunia pers, tiga tahun terakhir ini.

Sejak awal reformasi, saya sudah mundur belasan tahun menjauh dari dunia jurnalistik, menenggelamkan diri pada dunia usaha, percetakan dan perusahaan bongkar muat (PBM) agar tak terkontaminasi gaya usaha "injek kaki" lewat media.

Usaha modal pas-pasaan tutup tertipu kawan-kawan baik yang jauh lebih kaya dan punya jabatan. Bahkan, harus nutupin jual tanah warisan agar tak ditagih bank tiap bulan.

Alhamdullilah, ada teman baik sekolah ketika SMP menawarkan jadi guru di yayasannya. Lumayan lama sampai akhirnya nyemplung kembali ke dunia jurnalistik.

Dengan modal pengetahuan jurnalistik pas-pasan pada masa kejayaan media mainstrem Era Orde Baru, lewat media siber RMOLLampung.co.id kembali rutin menyajikan karya jurnalistiknya. 

Peringkat Domain Media Online Lampung 23 Maret 2021.

Awal tahun ini, Kantor Berita RMOLLampung, tanpa berbayar, rating Alexa nomor dua di Provinsi Lampung. Belakangan, angka Alexa top-down, kompetisi media siber makin hot, malas sedikit, dilibas kawan.

Bersyukur, reporter media ini tangguh-tangguh (Faiza, Vera, Tuti) terus mengejar peristiwa tanpa kenal waktu, mengintip isu-isu politik yang beredar, memotret debat demokratisasi, korupsi, kriminalitas, dan banyak dinamika lainmya.

Diperkuat Rama dan Datuk di Kabupaten Pesawaran, Nurullah di Kabupaten Pringsewu, dan Zaini di Kabupaten Tanggamus, RMOLLampung terus berusaha menjadi kontrol sosial, informasi, menghibur, mungkin juga sesekali bikin naik darah dan dada sesak.

Tangguh tak hanya mengejar berita, tapi juga tangguh bersabar menghadapi berbagai tipe narasumber, termasuk mereka yang bersikap arogan terhadap profesi wartawan.

Namun, rasanya, dari dinamika tersebut, semua keringat dan mata perih selalu menatap telepon genggam dan laptop setiap hari terbayar lunas dengan relatif stabilnya posisi Alexa Kantor Berita RMOLLampung

Alexa salah satu indikator keberadaan media ini di tengah masyarakat Lampung, pembaca RMOLLampung. Kepercayaan pembaca adalah penyemangat utama untuk tak lelah terus berkarya setiap hari. 

Sempat terlintas mau bersyukur atas capaian media ini pada bulan Februari lalu. Karena, bagaimanapun, capaian tersebut gambaran kepercayaan pembaca. Media dan pembaca seperti ikan dan air.

Judulnya, syukuran, doa-doa agar selalu diberi kepercayaan pembaca. Namun, rencana yang telah dibisikan ke telinga kawan-kawan dekat pupus karena terus menerus dikejar berita dan virus corona. (ngeles)

Buka bersama Ramadan 1442 H kembali tak sempat walau ada dari penyimak setia media ini, Syechoed berinisiatif lis sumbangan buat buka bersama. Tentu, saya tak mengiyakan, gagasannya saja, saya sudah catat sebagai penghargaan tak ternilai. (ngeles lagi).

Ada juga yang berharap RMOLLampung menjadi motor diskusi tatap muka atau lewat aplikasi Zoom mengulas berbagai berbagai masalah lebih argumentatif dan ilmiah sesuatu atau peristiwa yang lagi hot. Trimkasih, harapan itu saja sudah membuat saya tersanjung. (ngeles maning).

Saya bersyukur tumbuh ikatan emosional antara pembaca dan media ini. Sampai, mereka terus mendesak bisa kumpul melepas rindu. Saya janjikan habis Lebaran Idul Fitri 1442 H. Namun, kembali, jelang lebaran lagi (Idul Adha), kembali tak terwujud.

Gunawan Pharikkesit, advokad, beberapa aktivis, pengamat, dan lain-lain yang sudah kenal lama spontanitas mengundang makan bakso rekan-rekan yang tergabung pada Grup Whatsapp RMOLLampung.  

Saya gembira, haru, begitu kuat semangat silaturahmi. Sehari makan bakso hingga pindah tongkrongan dari sore sampai jelang tengah malam, obrolan banyak hal tumpah di meja.

Sedihnya, saya tak berada di antara mereka.

Kembali, esoknya, Imam Untung Selamet dan kawan-kawan menggagas diskusi sambil makan pindang. Ketua Partai Ummat Lampung Abdullah Fadri Auli (Aab) langsung menyambar gagasan silaturahmi tersebut. 

Sayang, saya datang terlambat, ada yang sudah pergi, termasuk Bang Aab.

Tak ada yang bisa saya berikan sebagai balasan atas kebaikan teman-teman yang notabene pembaca setia karya-karya jurnalistik kami, kecuali terimakasih.

Tak sedikit pula yang mencaci maki hingga mengancam innalilahi karena berusaha berada selalu di tengah permainan. Namun, dengan sumpah serapahpun, saya tetap mengucapkan terima kasih, terima kasih, terima kasih. 

Dunia terus berputar, tak ada yang abadi. Biarkan Alloh yang mengatur endingnya. Everything in the hand of Allah. 

*Anggota PWI Lampung