Tim Kejari Segera Bergerak Ungkap Dugaan Korupsi di KPU Pesawaran

KPU Pesawaran/ Rama
KPU Pesawaran/ Rama

Kejari terus berupaya mengungkap kasus dugaan korupsi dana hibah Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pesawaran anggaran tahun 2019 yang menyeret nama Ketua KPU setempat, Yatin Putro Sugino.


Hal tersebut terungkap berdasarkan informasi dari sumber tepercaya Kejaksaan Negeri (Kejari) Pesawaran yang menyebut akan terus menindaklanjuti dugaan korupsi dengan anggaran lebih dari Rp30 miliar tersebut.

"Tetap lanjut, Kejari sudah membentuk tim untuk membuka dugaan korupsi KPU Pesawaran," kata sumber di Kejari pada Sabtu (27/8) lalu.

Dikatakannya, dalam waktu tidak lama tim bentukan Kejari tersebut akan bekerja dan bergerak dua pekan ke depan. "Dalam satu atau dua minggu ini saya yakin terlihat progresnya," tegasnya.

Hal tersebut tentunya dapat menjadi jawaban dari teka-teki dugaan korupsi KPU Pesawaran bernilai fantastis tersebut. Pasalnya dugaan korupsi tersebut telah santer dibicarakan di tengah masyarakat Kabupaten Pesawaran.

Sementara, Ketua DPP LSM Banki Randy Septian mengatakan, laporan telah dilayangkan pihaknya pada akhir tahun 2021 yang lalu.

"Kasus dugaan korupsi Ketua KPU Pesawaran itu sudah kami laporkan akhir Desember 2021 yang lalu. Kami harap Kejari bisa komitmen dalam pemberantasan korupsi di Bumi Andan Jejama ini," kata Randy, Senin (29/8).

Diketahui sebelumnya, DPP LSM Brigade Anak Negeri Kawal Indonesia (Banki) resmi melaporkan dugaan korupsi milyaran rupiah yang dilakukan Ketua KPU Pesawaran, Yatin Putro Sugino ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Pesawaran, Rabu (15/12).

Sekjen DPP LSM BANKI, Rudi Sapari AS menegaskan, pihaknya telah melengkapi berkas laporan dan melampirkan data pendukung guna membantu pihak Kejari Pesawaran dalam mengusut dugaan korupsi ini.