Tingkat Penularan PMK 100 Persen, Ahli Peternakan Unila Minta Lockdown Zonasi

Pengecekan kesehatan hewan ternak/Tuti
Pengecekan kesehatan hewan ternak/Tuti

Ahli peternakan Universitas Lampung (Unila), Madi Hartono menyebutkan tingkat penularan penyakit mulut dan kuku (PMK) dari hewan ternak sakit ke ternak sehat mencapai 100 persen.


Menurutnya, penyakit yang disebabkan oleh virus RNA masuk genus Apthovirus, keluarga Picornaviridae itu dapat menyebar melalui udara dengan radius 60 kilometer. Sehingga ketiak ada ternak yang terinfeksi perlu dilakukan lockdown zonasi ternak untuk mencegah penularannya. 

"Bisa dibayangkan susah pencegahannya. Sehingga harus tegas melakukan penutupan daerah yang telah terpapar PMK," kata Madi Hartono kepada Kantor Berita RMOLLampung, Sabtu (14/5). 

Lanjutnya, perangkat (vaktor) dari PMK cukup banyak, seperti serangga, alat peternakan, bahkan manusia juga bisa menjadi vektor penyakit yang menyerang hewan ternak berkuku belah itu. 

"Bisa juga mobil yang membawa hewan ternak sakit menjadi vektor penular, jika tidak dilakukan desinfektan terlebih dahulu. Sehingga perlu dilakukan desinfektan kandang ternak ketika terdeteksi sakit," ujarnya. 

Terkait adanya penemuan 3 sapi yang ada di Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) suspek atau diduga terjangkit Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), Madi Hartono menyarankan untuk segera di penutupan daerah agar tidak merambah menjadi pandemi. 

"Alhamdulillah pemda kemarin telah membentuk satgas untuk memantau pencegahan PMK dan sudah dilakukan penutupan. Jadi tidak ada lagi sapi yang keluar masuk dari yang tertular itu," jelasnya.