Tingkatkan Kolaborasi Inovasi Perguruan Tinggi dan Indutri, Kedairake Hadir di Unila

Kedaireka gelar RakaTalk dan RekaPreneur di Unila/Tuti
Kedaireka gelar RakaTalk dan RekaPreneur di Unila/Tuti

Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi Kemendikbud melalui Kedaireka menggelar RekaTalk dan RekaPreneur di Universitas Lampung (Unila). Kegiatan tersebut digelar untuk memfasilitasi kolaborasi inovasi perguruan tinggi dengan dunia usaha industri. 


Plt Sekretaris Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi Kemendikbud, Tjitjik Sri Tjahjandarie mengatakan RekaTalk dan RekaPreneur sebagai bagian dari ekosistem Kedaireka diharapkan mampu menginspirasi, dan mengobarkan semangat perguruan tinggi dan mitra industri untuk beinovasi dan berkolaborasi demi kemajuan bangsa. 

“Selama ini riset hanya menjadi kebanggaan internal perguruan tinggi, dan perusahaan lebih menggunakan teknologi luar negeri padahal di perguruan tinggi bisa diciptakan. Nah kami hadir untuk menghilirisasi inovasi perguruan tinggi dengan berkolaborasi melalui program Matching Fund Kedaireka,” kata Tjitjik Sri Tjahjandarie, Kamis (24/11). 

Sementara itu, Ketua Tim PMO Kedaireka, Mahir Bayasut mengatakan terdapat peningkatan yang signifikan pada jumlah proposal yang diajukan untuk Matching Fund 2022. Dari 1400 proposal usulan pada tahun 2021 menjadi 4500 proposal usulan di 2022. Hal ini menunjukan perguruan tinggi dan industri memiliki semangat kolaborasi inovasi yang tinggi. 

“Di Provinsi Lampung sendiri, pada tahun 2022 terjadi peningkatan signifikan terhadap jumlah proposal Matching Fund. Ada 122 proposal atau 454 persen naik dibanding tahun sebelumnya,” ujarnya. 

Menurutnya, anggaran yang keluarkan untuk program ini sekitar Rp220 miliar pada tahun 2021 dan meningkat hingga Rp1 trilian pada 2022. Dimana support dana pemerintah dan industri 50:50. 

“Kami hanya menjembatani antara perguruan tinggi dengan industri yang berkomitemen berkolaborasi. Nanti ada aturan teknis seperti komitmen pendanaan dari industri, hak cipta dan aturan keuntungan dari kedua belah pihak,” jelasnya. 

Plt. Rektor Universitas Lampung, Mohammad Sofwan Effendi mengatakan kehadiran Kedaireka menjadi penting untuk meningkatkan kemanfaatan dan relevansi sekaligus menyelaraskan pengembangan IPTEK di perguruan tinggi dengan pemenuhan kebutuhan atau pemecahan permasalahan dunia usaha indutri dan masyarakat.

“Saya harap dapat mengakselerasi dan meningkatkan minat insan akademik kami untuk dapat berpartisipasi dalam ekosistem kolaborasi inovasi yang kelak menciptakan banyak solusi untuk berbagai tantangan di industri dan masyarakat,” ujarnya.