TNI AU Bukan Ditembak, Tetapi Kecelakaan Senjata Sendiri

Komandan Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) P.M. Bun Yamin, Letkol Nav Yohanas Ridwan/ Tuti
Komandan Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) P.M. Bun Yamin, Letkol Nav Yohanas Ridwan/ Tuti

Setelah menerima berkas pemeriksaan dari Polresta Bandarlampung, Komandan Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) P.M. Bun Yamin, Letkol Nav Yohanas Ridwan mengatakan jika penembakan yang menimpa salah satu anggotanya murni kecelakaan senjatanya sendiri.


"Sudah dilaksanakan penyerahan berkas pemeriksaan, nanti akan kami sampaikan konferensi pers secara tertulis. Ini sebagai pelurusan berita, bahwa yang terjadi murni kecelakaan dari senjata korban sendiri," kata Letkol Nav Yohanas Ridwan, Jumat (11/6). 

Menurutnya, setelah diterimanya berkas pemeriksaan, pihaknya akan melakukan investigasi internal sambil menunggu korban yang bersangkutan pulih dari lukanya. 

"Kondisi korban sedang sakit, jadi belum bisa ambil keterangan sebanyak mungkin. Nanti akan kami tulis melalui keterangan pers bahwa ini terluka oleh senjatanya, jadi kecelakaan dari senjatanya sendiri," ujarnya. 

Saat ini, pihaknya belum bisa menjelaskan terkait senjata api yang digunakan. Menurutnya masih perlu dilakukan pendalaman oleh POM AU dan ahli. 

"Senjata api darimana dan lain sebagainya, kami perlu waktu untuk pendalaman," jelasnya. 

Sebelumnya, Anggota TNI Angkatan Udara (AU) bernama Pratu Nur Rohman (26) bersama sang istri Riska Astuti (25) diduga ditembak orang tidak dikenal saat melintasi Jalan Sultan Agung, Wayhalim, Bandarlampung sekitar pukul 04.30 WIB, Selasa (8/6). 

Kasatreskrim Polresta Bandarlampung, Kompol Resky Maulana mengatakan anggota TNI AU mengalami luka tembak di bagian telapak tangan, hingga menembus ke paha kanan istrinya. Saat ini kedua korban sedang dirawat di Rumah Sakit Advent. 

"Kita belum tau motifnya apa, kita masih melakukan penyidikan atas kejadian tersebut," kata Kompol Resky Maulana, Selasa (8/6).