Tokoh Masyarakat Yakin Ada Kata Lebih Santun Dari "Ayam Sayur"

Darussalam/Ist
Darussalam/Ist

Darussalam, tokoh masyarakat dan politikus senior, mengaku terkejut dengan pernyataan seorang wakil rakyat bahwa statemen Gubernur Lampung seperti "ayam sayur" tentang jatuhnya harga singkong.


Dia menyadari Ketua Komisi II DPRD Lampung Wahrul Fauzi menyatakan hal itu berangkat dari keprihatinan terhadap rendahnya harga singkong di tingkat petani daerah ini.

"Darah mudanya sebagai mantan aktivis pasti bergolak mendengar keluhan para petani terhadap rendahnya harga singkong," ujar mantan staf ahli pertanahan Polda Lampung.

Dia yakin Wahrul berniat baik ingin mengungkapkan keresahannya terhadap nasib petani. 

Darussalam juga yakin kepala daerah juga punya semangat yang sama makanya visi dan misi utamanya adalah Kartu Petani Berjaya.

Polikus yang pernah mencalonkan diri sebagai bupati di daerah asalnya, Kabupaten Tanggamus ini yakin akan lebih diterima kritikannya seandainya disampaikan dengan kosakata atau narasi lain.

Menurut Darussalam, istilah "ayam sayur" konotasinya kurang bagus atau jelek, yakni seseorang yang lemah. Maknanya mungkin sama jika dengan kalimat lainnya misalnya  harus lebih peduli, lebih tegas, dan lainnya.

Sebelumnya, dalam rapat dengar pendapat di Ruang Komisi DPRD Lampung, Senin (8/3/21), Wahrul menilai statemen Gubernur Lampung Arinal Djunaidi tentang anjloknya harga singkong seperti "ayam sayur".

“Jangan seperti statement Gubernur Lampung, masa petani disarankan untuk mengurangi tanam singkong, itu kan statement seperti ayam sayur,” ujarnya.

Menurut mantan direktur LBH Kota Bandarlampung itu, pihaknya akan mencari solusi terkait anjloknya harga singkong yang membuat petani singkong mengeluh sejak delapan bulan lalu.

“Petani singkong menjerit harganya dari jadi Rp250 sampai 350 rupiah per kg. Masalahnya, apakah ada yang main timbangan, main harga, dan macam-macam lainnya,“ tanyanya pada saat hering.

Normalnya, harga singkong minimal Rp1000 per kg. 

Seharusnya, kata Wahrul, seorang pemimpin mencari solusi agar petani singkong makmur, bukan malah menyarankan petani mengurangi tanam singkong.