Tokoh Pers, Advokat dan Mantan Anggota DPR Dapil Lampung Albert Hasibuan Meninggal Dunia

Albert Hasibuan/Net
Albert Hasibuan/Net

Tokoh pers, advokat, politisi senior dan salah satu pendiri Partai Amanat Nasional (PAN) Albert Hasibuan meninggal dunia, Kamis (1/9), pukul 11.28 WIB. Albert Hasibuan wafat di usia 83 tahun.


Jenazah disemayamkan di rumah duka Jl. Mirah Delima No. 13, Permata Hijau, Jakarta. Rencana Pemakaman di Tanah Kusir, pada hari Jumat, 2 September 2022.

Kabar duka ini menyelimuti Indonesia, salah satu politisi, tokoh pers dan advokat senior telah berpulang. Hal ini juga dirasakan Anggota DPRD Lampung dari Fraksi PKB, Noverisman Subing.

"Selamat jalan Bang Albert, saya bersaksi Abang orang baik dan sangat baik kepada saya selaku wartawan Suara Pembaruan yang bertugas di Lampung," ujar mantan wartawan Lampost itu mengenang Albert.

Menurut Nover, para wartawan sangat senang apabila Albert datang ke Lampung. Sebab, sudah pasti bisa menikmati lezatnya makanan di hotel bintang lima.

"Selamat jalan Bang, saya bersaksi abang orang baik. Semoga Tuhan YME menempatkan abang di surga firdaus dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan lahir dan batin. Aamiin," ujarnya.

Nover menceritakan, dirinya mengenal Albert  saat Albert menjadi Anggota DPR RI perwakilan Lampung sekitar tahun 1989 tepatnya "Peristiwa Pulau Panggung". Sedangkan, dirinya waktu itu masih wartawan baru di Lampost.

Komunikasi terus berlanjut hingga dirinya diterima menjadi wartawan Suara Pembaruan perwakilan Lampung yang dipimpin Albert.

Saat menjadi anggota Komnas HAM, lanjut Nover, Albert kerap turun ke Lampung bersama Mayjen TNI Purn Soegiri guna menyelesaikan berbagai konflik pertanahan antar perusahaan dengan masyarakat, masyarakat dengan TNI dan yang terkenal saat itu kasus tanah Rp5 dimana perusahaan hanya menghargai tanah rakyat Rp 5 per meter.

Diketahui, Albert meninggalkan seorang istri bernama Louise Walewangko Hasibuan. Anak-anak: Bara Krishna Hasibuan (istri: Amalya), Vivekananda, dan Mirya Shanti (suami: Edvard Suhendra), serta tiga cucu : Kaskara Brama, Tatjana Matahari, dan Bastian Varindra.

Pria kelahiran 25 Maret 1939 itu pernah dipilih oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) bidang Hukum dan Ketanegaraan untuk periode 10 Januari 2012 - 19 Januari 2015. 

Albert Hasibuan pernah menjadi Pemimpin Umum Harian Umum “Suara Pembaruan” dan anggota Komnas HAM periode (1993--2002). 

Saat menjadi Komnas HAM, ia pernah menjadi Ketua Penyelidik Pelanggaran (KPP) HAM Timtim (1999), KPP HAM Abepura (2000), Ketua KPP HAM Trisakti, Semanggi I, dan Semanggi II (2001).

Sebelum menjadi anggota Komnas HAM, Albert pernah menjadi anggota DPR RI dari Fraksi Golkar utusan Lampung periode 1987-1992, 1992-1997, dan 1997-1999.

Pada tahun 1971, bersama Adnan Buyung Nasution, ia mendirikan lembaga hukum, Lembaga Bantuan Hukum (LBH). Ia kerap kali menangani kasus-kasus kontroversial yang membuatnya semakin tersohor. 

Tercatat, ia pernah membela Rewang, seorang tokoh PKI saat itu, dan Oei Tjoe Tat, menteri pada pemerintahan Presiden Soekarno, kasus Sengkon dan Karta, Kasus Pertamina di pengadilan Singapura dan lain sebagainya.

Menurut Albert, setiap orang berhak mendapatkan pembelaan dan pendampingan hukum tak peduli aliran politiknya, dengan menerapkan azas praduga tak bersalah.

Saat reformasi bergulir Bang Albert selalu tampil bersama ribuan mahasiswa di Gedung DPR RI setelah orde baru tumbang, beliau bersama Prof DR Amin Rais mendirikan PAN yang terbentuk ketika reformasi terjadi di Indonesia.