Tolak Kenaikan Harga BBM, Mahasiswa Aksi Kembali di DPRD Kota Bandar Lampung 

Aksi tolak kenaikan harga BBM/Tuti
Aksi tolak kenaikan harga BBM/Tuti

Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam organisasi kemasyarakatan dan pemuda (OKP) menggelar aksi menolak kenaikan harga BBM dil depan Gedung DPRD Kota Bandar Lampung, Kamis (8/9). 


Salah satu orator mengaku jika aksinya adalah aksi damai dan tidak anarkis. Hal ini dilakukan untuk mencerminkan intelektual dalam menyampaikan keluhan masyarakat. 

"Kita hanya ingin silaturahim ke DPRD Bandar Lampung untuk menyampaikan aspirasi masyarakat," ujarnya.

Sementara itu, Ketua IMM Bandar Lampung, Muhammad Tahta mengaku ada lima tuntutan massa aksi yakni meminta pemerintah untuk mengusut tegas mafia migas. 

"Kita mendesak pemerintah untuk menyalurkan bantuan secara tepat sasaran, serta mendesak untuk mengendalikan bahan pokok agar stabil," jelasnya. 

Diminta juga untuk menunda proyek strategis nasional yang tidak pro-rakyat dan dialihkan ke subsidi BBM. Serta meminta pemerintah untuk mengoptimalkan pajak negara dengan distribusi sepenuhnya untuk rakyat.

"Kami minta dewan perwakilan rakyat daerah bisa mengawal tuntutan kami. Jika tetap tak diizinkan berdialog dengan perwakilan dewan, kami akan gelar aksi lebih besar lagi," ujarnya. 

Diketahui, OKP yang melakukan aksi seperti IMM, KAMMI, Cipayung plus, GMKI dan PMKRI.