TTKKDH Versi Sumarna Gelar Muswil, Pengurus Pimpinan Herman HN Sebut Ilegal

Ketua Harian Kesti TTKKDH Suhaeni Rasyid/Faiza
Ketua Harian Kesti TTKKDH Suhaeni Rasyid/Faiza

Pengurus yayasan Kesenian Seni Silat dan Tari Tjimande Tari Kolot Kebon Djeruk Hilir (Kesti TTKKDH) Lampung pimpinan Herman HN menolak adanya Musyawarah Wilayah (Muswil) dan pelantikan pengurus yang akan digelar Kamis (28/7) malam ini.


Ketua Harian Yayasan Kesti TTKKDH Lampung Suhaeni Rasyid mengatakan, kegiatan Muswil diinisiasi oleh Sumarna. Namun, tidak melibatkan Ketua TTKKDH Lampung yakni Herman HN. 

Ia mengakui pihaknya telah menerima surat dari  DPP dengan nomor 046/A/DPP/Kesti TTKKDH/II/2020 tetang pelaksanaan muswil. Namun, belum dilaksanakan karena masih tahap persiapan. 

"Pak Herman baru habis masa jabatannya tiga hari yang lalu, tanggal 25 Juli 2022. Pasti kami siapkan Muswil itu, tapi masih proses. Tiba-tiba ada Muswil Sumarna," kata dia di Bandar Lampung. 

Suhaeni melanjutkan, pihaknya baru mendengar adanya Muswil malam ini dari beberapa pengurus yang menerima undangan tersebut. Menurutnya, undangan itu tidak jelas siapa yang menandatangani. 

Padahal, kata Suhaeni, Sumarna sebelumnya telah menyalahi wewenang sebagai pembina Kesti TTKKDH Bandar Lampung dengan mengaku sebagai Ketua TTKKDDH Lampung. 

Akibatnya, mandat Sumarna sebagai pengurus telah dicabut oleh DPP pada 27 Februari lalu. Hal tersebut tertuang dalam surat DPP nomor 045/A/DPP/Kesti TTKKDH/II/2022 tentang pencabutan mandat.

Sementara itu, Sumarna membenarkan adanya Muswil Kesti TTKKDH nanti malam. Acaranya akan digelar di kediaman Anggota DPD RI asal Lampung Bustami Zainudin.

"Soal Muswil dan penunjukan saya ada suratnya (dari DPP). Nanti malam acaranya dihadiri sama pak Bustami Zainudin juga," kata Sumarna.