Uang Pengganti Satono Dialihkan Ke Pihak Keluarga

Satono/Ist
Satono/Ist

Kepala Kejaksaan Tinggi (Kejati) Provinsi Lampung Heffinur mengatakan, pihaknya sudah berusaha mencari DPO mantan Bupati Lampung Timur Satono yang meninggal Senin (12/7).


"Kami sudah cari-cari ke Jakarta Palembang, dan Lampung, mungkin ada pihak-pihak yang menyembunyikan," ujarnya dalam konferensi pers Hari Adhyaksa ke-61 secara virtual, Kamis (22/7).

Soal kelanjutan kasusnya, Heffinur mengatakan, beban uang pengganti secara perdata akan dialihkan kepada pihak keluarga Satono. 

"Secara perdata beban uang pengganti akan beralih ke keluarganya, bisa istri atau anaknya. Kita cari nanti, detailnya bisa ditanyakan ke Kejaksaan Negeri Bandarlampung," tambahnya. 

Ia juga mengatakan, pihaknya sudah berusaha menyosialisasikan DPO melalui berbagai cara, teranyar, dengan memasang wajah DPO di Megatron Kejati Lampung. 

"Sosialisasi DPO sudah berbagai cara kita lakukan, terbaru lewat Megatron, jadi masyarakat bisa melihat untuk sanksi sosial juga. Kami juga butuh laporan masyarakat dan sebagainya," kata dia. 

Satono adalah terpidana kasus korupsi APBD Lampung Timur tahun anggaran 2008. Oleh Mahkamah Agung (MA) ia divonis hukuman 15 tahun penjara dan denda Rp 500 juta di tahun 2012.

MA juga menjatuhkan pidana tambahan uang pidana pengganti sebesar Rp10,58 miliar. Pada April 2012, Satono kabur dan dikabarkan meninggal di Jakarta, Senin kemarin. 

Sementara terdakwa korupsi kasus yang sama, Alay divonis 18 tahun penjara dan denda sebesar Rp500 juta serta uang pengganti sebesar Rp106,8 miliar pada 21 Mei 2014. Meski sempat buron, Alay akhirnya ditangkap di kawasan Tanjung Benoa, Bali.