UBL Ciptakan Aplikasi Jaga Jarak Deteksi Pasien Covid-19

Universitas Bandar Lampung (UBL) melalui Tim Fakultas Ilmu Komputer (FIK) Program Studi (Prodi) Informatika, membuat aplikasi berbasis mobile dengan sistem operasi android.


Wakil Kepala Biro Humas, Marketing dan Kerjasama UBL, Bery Salatar mengatakan nama aplikasi tersebut adalah 'Jaga Jarak'.

"Aplikasi ini berfungsi sebagai pemantau zona aman bagi pengguna. Selain itu aplikasi ini juga berfungsi untuk membantu memantau pasien positif Covid-19 yang sedang dalam perawatan intensif, maupun pasien yang melakukan perawatan mandiri," kata Bery Salatar, Selasa (9/6).

Sedangkan, Ahmad Cucus dosen FIK UBL dan sebagai Ketua Tim pembuatan aplikasi menerangkan, dengan aplikasi ini pengguna dapat melakukan aktivitas dengan perasaan yang lebih aman karena dilengkapi dengan notifikasi yang realtime.

"Notifikasi akan hadir ke smartphone pengguna apabila di sekitar area kita terdapat pasien yang terkonfirmasi positif, yang terdiri dari pasien dalam perawatan atau orang tanpa gejala, notifikasi di smartphone memberikan pesan pengingat untuk senantiasa melakukan physical distancing atau menjaga jarak," ujarnya.

Lanjutnya, pembuatan aplikasi ini terinspirasi dari beberapa aplikasi yang sudah berkembang di beberapa tempat yang berfungsi sebagai tracking bagi orang dalam pemantauan yang terdata.

Perbedaannya, aplikasi dapat mencatat riwayat pertemuan antara orang yang dalam pemantauan atau lebih lanjut orang yang terkonfirmasi positif dengan pengguna aplikasi lain yang sehat.

"Sehingga rekam jejak tersebut akan memudahkan petugas kesehatan untuk menangani virus dengan sasaran yang lebih tepat, dan penggunaan alat test dapat lebih tepat sasaran. Selain itu pengguna aplikasi ini juga tidak hanya untuk pasien yang tekonfirmasi akan tetapi juga seluruh warga," ujarnya.

Tambahnya, dalam proses pembuatan aplikasi ini didahului dengan dengar pendapat dan kebutuhan dari berbagai pihak.

Lalu, aplikasi ini dibuat dengan berbagai versi yang akan dikembangkan secara bertahap, versi satu membutuhkan pengerjaan selama satu minggu, yang terdiri dari aplikasi berbasis android dan web, aplikasi web sendiri digunakan oleh pengguna yang melakukan pemantauan.

"Saat ini, Aplikasi 'Jaga Jarak' sedang dalam tahap impementasi dan penerapan," ujarnya.

Aplikasi 'Jaga Jarak' memiliki beberapa fasilitas yang terdiri dari beberapa versi yang akan dikembangkan secara bertahap. Yakni Tracking, History, Warning System Panic Button.

"Pembuatan aplikasi ini diketuai oleh saya bersama dengan tim pengembang yang merupakan tim dari FIK UBL yaitu Dika Hastanto, Dwi Romadhon, Adi Permana, dan Juli Suprapto," jelasnya.

Pengembangan aplikasi ini terdiri dari aplikasi android dan aplikasi web, aplikasi versi pertama sudah tersedia dalam platform android dan telah dipublikasi di playstore melalui akun resmi Dinas Kominfotik Provinsi Lampung.