UIN Raden Intan Bentuk Tim Investigasi Selidiki Dugaan Pengeroyokan

Humas UIN Raden Intan Lampung, Hayatul Islam/Ist
Humas UIN Raden Intan Lampung, Hayatul Islam/Ist

Kasus pengeroyokan yang dilakukan mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung, pihak kampus membentuk tim investigasi untuk menyelidiki permasalahan yang terjadi. 


Humas UIN Raden Intan Lampung, Hayatul Islam mengatakan pimpinan UIN Raden Intan Lampung yakni Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama telah melakukan rapat untuk membantu tim tersebut. 

"Tim itu terdiri dari perwakilan setiap fakultas, dengan tugas mencari data-data dan kronologisnya seperti apa. Kemudian penyebab, siapa saja yang terlibat dan saat ini masih dalam proses penyelidikan," kata Hayatul Islam, Kamis (28/10). 

Menurutnya, setelah penyelidikan selesai dan diketahui siapa saja yang terlibat dalam pengeroyokan tersebut, maka akan diberikan sanksi sesuai dengan pedoman akademik UIN Raden Intan Lampung. 

"Nanti akan ada dewan kehormatan kode etik yang akan memutuskan sanksi yang diberikan," ujarnya.  

Sebelumnya, Ibnu Rahul (18) yang mengaku sebagai korban pengeroyokan di kantin Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung telah melaporkan kejadian tersebut ke Polresta Bandar Lampung. 

Mahasiswa baru Universitas Muhamadiyah Lampung (UML) itu menjelaskan pengeroyokan bermula saat ia datang ke UIN Raden Intan Lampung untuk mengunjungi temannya. 

Saat itu, ia dibonceng temannya. Lalu menyalip salah satu motor pelaku pengeroyok. 

"Saya sempat diteriakin sama dia. Dia bilang pelan-pelan bang. Saya jawab iya bang. Terus dia malah bilang, kok malah ngotot? Bocil lu," kata Ibnu. 

Dari situ timbulnya percekcokan, hingga pelaku mengikuti sampai parkiran. Awalnya hanya dua orang. Ibnu memukul lebih dahulu. Teman Ibnu pun datang, dan kedua orang tersebut pergi. 

"Kemudian saya masuk ke kantin untuk minum. Malah mereka balik lagi dengan bawa teman-teman sekitar 50 an orang. Mereka awalnya mukul pakek tangan, kemudian pakai kursi dan gelas," ujarnya. 

Karena dikeroyok, Ibnu akhirnya tak sadarkan diri dan dilarikan ke Rumah Sakit Abdul Moeloek untuk mendapatkan perawatan akibat luka di bagian kepala.