UIN Raden Intan Jawab Kabar Keluarkan Ijazah Bodong

UIN Raden Intan Lampung/Ist
UIN Raden Intan Lampung/Ist

Lulusan Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung yang mengikuti wisuda golongan 1 pada Maret 2021 baik program sarjana maupun doktoral, dikabarkan mendapatkan nomor ijazah yang tidak terdaftar di Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti) alias bodong.


Menanggapi hal tersebut, Humas UIN Raden Intan Lampung, Hayatul Islam membantah hal tersebut. Menurutnya UIN Raden Intan Lampung sebagai perguruan tinggi negeri tentu terdapat di Forlap Dikti, sehingga tidak benar jika UIN mengeluarkan ijazah bodong. 

"Ya tidak benar doang, tidak mungkin perguruan tinggi negeri tidak terdaftar di Forlap Dikti. Pasti otomatis terdaftar," kata Hayatul Islam kepada Kantor Berita RMOLLampung, Minggu (17/10). 

Tambahnya, lulusan UIN Raden Intan Lampung tahun 2021 bisa melihat validitas di Penomoran Ijazah Nasional (PIN)/SIVIL. Sementara untuk lulusan tahun 2010 sampai dengan 2020 dapat melihat validitas ijazah di Forlap PDDikti. 

"Jadi satu ijazah satu nomor. Tidak mungkin ada ijazah bodong," ujarnya. 

Mengenai keterlambatan ijazah, kata Hayatul Islam hanya beberapa mahasiswa saja tidak semua.

Keterlambatan terjadi saat proses, mungkin ada berkas yang belum lengkap sehingga mempengaruhi prosesnya.

"Bisa juga ada kendala lain, kami akan mencari tahu penyebabnya, dimana letak kendalanya. Ini juga jadi bagian evaluasi buat kami agar pelayanan dapat jadi lebih baik lagi," jelasnya. 

Sejauh ini, Hayatul menyebutkan tidak ada keluhan dari alumni terkait nomor ijazah yang tidak terdaftar, sehingga berakibat tidak bisa mendaftar CPNS. 

"Secara resmi ke kami tidak ada, makanya kami menghimbau kepada semua alumni jika ada kendala mengenai ijazahnya segera lapor ke kami," ujarnya.

Sebelumnya, merasa sudah lulus kuliah dari UIN Raden Intan Lampung sejak yudisium dan munakosah pada 2019. Lalu ikut wisuda Gelombang 1 pada Mei 2021, terdapat total 923 mahasiswa S1 dari 5 fakultas.

Baru Rabu (13/10) menerima ijazah. Sayangnya, setelah dicek, mahasiswa S1 itu, ternyata, nomor ijazah yang diterima tidak terdaftar di PDDikti. Bahkan tertulis 0.

Bukan hanya mahasiswa S1, yang diwisuda bersama pada Mei 2021 dalam program doktoral pun, sejumlah 25 orang, ternyata semua tak punya nomor ijazah di portal PDDikti.

Termasuk yang saat ini masih menjabat sebagai Wakil Dekan di S1 UIN Raden Intan, meski sudah dianggap lulus Doktor, nomor ijazah di PDDikti masih kosong.

Hal ini berbeda dengan lulusan dari Unila dan atau perguruan tinggi lain, selain ada keterangan lulus juga tertera nomor ijazah.

Dari buku alumni wisudawan-wisudawati 2021, nyaris semua tak terdaftar di PDDikti. Sementara itu, seluruh ijazah yang tak terdaftar di portal PDDikti itu, dianggap sebagai ijazah bodong.