UMK Bandar Lampung Diperkirakan Naik Rp50 Ribu

Kepala Dinas Tenaga Kerja, Wan Abdurrahman/ Tuti
Kepala Dinas Tenaga Kerja, Wan Abdurrahman/ Tuti

Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana menyebutkan kenaikan upah minimum kota (UMK) tahun 2022 sebesar Rp50 ribu. Kenaikan ini terhitung jauh dibandingkan upah minimum provinsi (UMP) yang hanya Rp8 ribu. 


"UMP naik Rp 8 ribu, kalau kita naik Rp50 ribu," kata Eva Dwiana, Selasa (23/11). 

Hal sama juga disampaikan oleh Plt Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Bandar Lampung, Robi Suliska Sobri. Menurutnya kenaikan sebesar Rp 50 ribu sesuai dengan arahan wali kota. 

"Iya bener naik segitu, sesuai arahan ibu wali kota," ujarnya.  

Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja, Wan Abdurrahman mengatakan dewan pengupahan telah melakukan rapat namun belum semua komponen unsur seperti serikat buruh menandatanganinya. 

"Hasil rapat ini akan dilaporkan ke wali kota secara prosedural. Setelah dilaporkan kita akan meminta waktu wali kota untuk bertemu dengan dewan pengupahan lengkap untuk kembali merumuskan dan penyepakati UMK," jelasnya. 

Lebih lanjut, Wan Abdurrahman mengatakan pemerintah berdiri diantara kepentingan buruh dan kepentingan pengusaha. Jika dinaikkan tinggi maka buru senang, sementara kenaikan kecil buruh menjerit. Sehingga dicarikan jalan tengahnya.

"Belum bisa saya sebutkan nominal tapi ada kenaikan, belum mencapai Rp50 ribu, tapi jelas diatas provinsi kenaikannya," ujarnya.