UMKM Bubble

Teguh Anantawikrama/ Ist
Teguh Anantawikrama/ Ist

PANDEMI yang panjang ini memaksa banyak perusahaan untuk melakukan berbagai adaptasi untuk bertahan hidup.

Sebagian yang mengalami gangguan arus penerimaan terpaksa melakukan pengurangan karyawan.

Demi mempertahankan hidup, mereka yang menjadi tidak lagi memiliki pekerjaan berupaya mencari cara lain untuk tetap memiliki penghasilan.

Mereka inilah yang kemudian bertransformasi menjadi pengusaha Mikro dan kecil dadakan.

Sebuah semangat yang patut diacungi jempol tetapi sekaligus membawa kekhawatiran.

Mereka ini tidak by design memang ingin menjadi pengusaha mikro dan kecil. Banyak adaptasi baik dari segi mental maupun perilaku harus dilakukan dengan cepat dan tepat.

Dari berbagai daerah angka pengusaha Mikro Kecil seperti ini menambah jumlah pelaku UMKM Sebesar 28 persen. Cukup signifikan.

Rasanya perlu kita semua para pemangku kepentingan memperhatikan fenomena ini dengan sekssama dan bersiap membantu melakukan pendampingan, membantu akses pada modal, akses pasar agar mereka para pengusaha mikro kecil ini tidak menjadi gelembung yang kemudian meletus.

Akan tetapi justru dapat tumbuh naik kelas dan menjadi pengusaha penyangga ketahanan nasional.

Penulis adalah Ketua Umum Gerakan Nasional UMKM Bangkit Indonesia Bangkit