Universitas Teknokrat Gelar International Visiting Lecture dari University of Zagreb Croatia

Foto Ist
Foto Ist

Universitas Teknokrat Indonesia (UTI) hadirkan Dosen Internasional dari University of Zagreb Croatia Robert Mikac, Ph.D. untuk memberikan pengetahuan berupa kuliah umum dengan tema "The Development of Education, Economy and Technology in Post Pandemic Era" kepada mahasiswa UTI dan mahasiswa Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) inbound di UTI.


Kedatangan Robert Mikac disambut langsung oleh Wakil Rektor Universitas Teknokrat Indonesia, Dr. H Mahathir Muhammad, SE., MM., di Auditorium Gedunga A UTI, Kamis (17/11) dengan didampingi oleh Wakil Rektor Akademik, Wakil Rektor Kerjasama, Wakil Dekan Akademik Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer, Dekan Fakultas Sastra dan Ilmu Pendidikan (FSIP), Wakil Dekan Akademik FSIP, Wakil Dekan Kemahasiswaan FSIP, Wakil Dekan Kemahasiswaan Fakultas Ekonomi dan Bisnis.

Dalam kuliah umum Robert Mikac Ph.D menyampaikan, pandemi Covid-19 sebagai krisis global dengan konsekuensi yang signifikan telah menyebabkan berbagai gangguan dalam kehidupan sehari-hari, proses bisnis, dinamika sosial, dan cara kerja.

Konsekuensi yang diciptakan sangat berdampak bagi manusia salah satunya resesi di berbagai negara-negara seluruh dunia dan banyak perusahaan yang mengalami kebangkrutan. 

Menurut Departemen Urusan Ekonomi dan Sosial PBB, perkiraannya bahwa COVID-19 akan memangkas produksi ekonomi global sebesar $8,5 triliun selama tahun 2020 dan 2021.

Dalam perkembangan pendidikan; banyak negara UE sejauh ini menanggapi krisis saat ini dengan meningkatkan pendanaan untuk penelitian dan pendidikan. 

Pandemi diakui sebagai peluang untuk perubahan Perguruan tinggi memperkuat jaringan kerjasama strategisnya terkait hal-hal berikut: Pembelajaran online seumur hidup; Mengumpulkan bakat secara global di sekitar tema/area yang dipilih; Mengembangkan platform pembelajaran dan inovasi pan-Eropa baru bekerja sama dengan industri. 

Dalam perkembangan ekonomi; Krisis Covid-19 telah mempercepat transformasi digital ekonomi Eropa. Transformasi digital memengaruhi hampir setiap sektor ekonomi implementasi teknologi digital canggih. 

Dukungan pemerintah untuk perusahaan tersebar luas selama dan setelah krisis. Anggaran jangka panjang UE, ditambah dengan NextGenerationEU (NGEU), instrumen sementara yang dirancang untuk mendorong pemulihan, membentuk paket stimulus terbesar yang pernah dibiayai di Eropa. Total €2,018 triliun membantu membangun kembali Eropa pasca-Covid-19. Lebih dari 50% anggaran jangka panjang mendukung modernisasi. Siapa pun dapat memperoleh manfaat dari anggaran UE. 

Dalam perkembangan teknologi; pada 9 Maret 2021, komisi Eropa menyampaikan visi dan transformasi digital Eropa pada tahun 2030. Komisi mengusulkan kompas digital untuk dekade digital UE yang berkembang di sekitar empat point utama yakni keterampilan, pemerintah, bisnis, dan Infrastruktur. 

Indonesia adalah negara ASEAN pertama yang menyepakati Perjanjian Kemitraan dan Kerjasama (Partnership and Cooperation Agreement/PCA) dengan UE, yang mengatur hubungan dan kerja sama secara keseluruhan. Hubungan antara UE dan Indonesia merupakan hubungan yang kuat, berakar pada nilai-nilai bersama dan diperkuat oleh kepentingan bersama. Harapannya Indonesia menjadi salah satu negara yang senantiasa bergerak maju khususnya dalam bidang pendidikan, ekonomi, dan teknologi setelah masa pandemi.  

Dr. H Mahathir Muhammad, SE., MM., menyampaikan Ini adalah ketiga kalinya Robert Mikac mengunjungi UTI. Kunjungan pertama adalah 2018, lalu Program Sekolah Musim Panas pada 2019, dan sekarang 2022.

Wakil Rektor mengatakan, kuliah ini telah menjadi bagian dari International Lecture Series UTI di tahun 2022. UTI telah mengundang banyak pakar dari universitas mitra kami dari Amerika Serikat, Jerman, Australia, Jepang, India, Taiwan, Filipina, Malaysia untuk memberikan kuliah online bagi mahasiswa UTI.

Dalam tiga tahun terakhir yang merupakan periode waktu yang relatif singkat masyarakat dilanda guncangan global: mulai dari pandemi Covid-19, perang di Eropa, dan krisis biaya hidup. Kondisi tersebut menyebabkan kondisi kenaikan harga energi dan pangan yang sangat cepat, inflasi yang tinggi, learning loss di bidang pendidikan dan perlambatan pertumbuhan ekonomi yang signifikan.

"Kami percaya bahwa kolaborasi dan kemitraan internasional adalah solusi yang bagus untuk mengatasi masalah global yang kita hadapi saat ini. Kita harus tetap optimis menghadapi tantangan, bangkit bersama dan bangkit lebih kuat. Dari tiga tahun terakhir, meskipun kami juga merasakan dampak pandemi global dan krisis ekonomi, Universitas Teknokrat Indonesia terus berkembang dan mencapai peningkatan yang signifikan, kini kami menempati peringkat kesepuluh untuk Universitas Swasta Terbaik ASEAN dalam Peringkat Pendidikan Tinggi Terapan," kata Wakil Rektor.

"Kita juga menjadi 2nd Best University for Impact Ranking in Webometrics 2022, terakhir Universitas Teknokrat Indonesia masuk dalam Top 50 Universitas Indonesia dengan kegiatan penelitian yang sangat produktif berdasarkan ADScientific Index 2023," tambah Wakil Rektor.