UPT BP2MI Tunggu Langkah Kedutaan Soal Pemulangan 11 Warga Lampung di Turki

Kepala UPT BP2MI Lampung, Ahmad Salabi/ Ist
Kepala UPT BP2MI Lampung, Ahmad Salabi/ Ist

UPT Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Provinsi Lampung masih menunggu langkah dari Kedutaan Besar Indonesia di Turki terkait 11 warga Lampung yang terlantar di sana. 


Kepala UPT BP2MI Lampung, Ahmad Salabi mengatakan pihaknya telah memberikan arahan kepada 11 warga itu, untuk melapor ke Kedutaan Besar Indonesia. 

"Kita tunggu arahan dari kedutaan. Tidak mungkin ditelantarkan oleh pemerintah. Cuma bagaimana prosesnya kita tunggu dulu apakah menggunakan dana pemerintah atau dana keluarga," kata Ahmad Salabi, Senin (18/4). 

Menurutnya, 11 warga Lampung yang terlantar itu ilegal karena tidak terdata di sistemnya. Paspor yang digunakan juga bukan khusus Pekerja Migran Indonesia (PMI). 

"Kalau legal pasti melalui disnaker kabupaten/kota untuk meminta rekomendasi pembuatan paspor, namun mereka itu tidak ada rekomendasi," ujarnya. 

Lanjutnya, 11 warga itu mendapatkan paspor tour dari calo. Di Lampung ini ada dua calo, lalu diteruskan ke calo di pusat. 

"Nah calo ini sudah kita laporkan ke Polda Lampung untuk ditangani," jelasnya.