UTI Siapkan Klarifikasi Jawab Somasi LBH Bandarlampung

Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer Universitas Teknokrat Indonesia, Auliya Rahman Isnain/ Tuti Nurkhomariyah
Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer Universitas Teknokrat Indonesia, Auliya Rahman Isnain/ Tuti Nurkhomariyah

Universitas Teknokrat Indonesia (UTI) akan segera memberikan klarifikasi secara resmi sesuai dengan permintaan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Bandarlampung.


Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan FakultasTeknik dan Ilmu Komputer, Auliya Rahman Isnain mengatakan klarifikasi akan disampaikan 2-3 hari mendatang. 

"Insyaallah 2-3 hari maksimal seminggu kita diberikan waktu untuk menyampaikan klarifikasi," kata Auliya, Senin (19/4).

KLIK: Tak Sekadar Somasi, LBH Bandarlampung Juga Minta Dikti Evaluasi UTI

Ketika ditanya apakah UTI akan mencabut Surat Keputusan (SK) drop out (DO) dan skorsing terhadap 9 mahasiswanya, Auliya mengatakan lihat saja nanti saat akan disamakan saat klarifikasi. 

"Lihat saja nanti. Kalau untuk keputusan kita sudah memberikan keputusan ya. Kan ini klarifikasi ya nanti akan kita klarifikasi, karena yang diminta klarifikasi," ujarnya. 

Sebelumnya, sebagai pendamping hukum ke 6 dari 9 mahasiswa UTI yang di DO dan skorsing, LBH Bandarlampung telah mengirimkan somasi dan klarifikasi kepada pihak kampus.  

Kepala Divisi Bidang Advokasi LBH Bandarlampung, Qodri Ubaidillah mengatakan pihaknya memberi waktu seminggu bagi UTI untuk menjawab somasi dan klarifikasi tersebut. 

LBH Bandarlampung juga akan mendorong pihak kampus untuk mencabut surat keputusan (SK) skorsing dan DO kepada 9 mahasiswa tersebut. 

 "Semua SK baik DO dan skorsing, klausulnya hampir sama. Bahkan mereka menilai pengiriman SK nya tidak manusiawi karena ada yang melalui pesan WhatsApp. Ada juga beberapa secara langsung. Namun proses-proses sebelumnya itu tidak dilakukan," kata Qodri saat konferensi pers di Sekretariat LBH Bandarlampung, Senin (19/4).