Vaksinasi Booster Dimulai 12 Januari, Mendagri Minta Lampung Siapkan Data

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian/ Humas Pemprov Lampung
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian/ Humas Pemprov Lampung

Pemerintah Pusat akan memulai vaksinasi booster pada 12 Januari 2022. Karenanya,  pemerintah daerah di Lampung diminta menyiapkan data perhitungan total vaksin guna mempermudah distribusi vaksin. 


"Vaksinasi booster akan dimulai sejak 12 Januari 2022 secara nasional," kata Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian di Mahan Agung, Kamis (6/1).

"Daerah perlu membuat data perhitungan serta direkapitulasi untuk jumlah Penerima Bantuan Iuran (PBI) BPJS Kesehatan serta yang di luar itu sehingga pendistribusian nanti sesuai kriteria dengan jumlah yang pas," kata dia.

Ia mengatakan tujuan pendataan tersebut yakni untuk menjaga pendistribusian vaksin agar lebih terukur dan tepat guna, tepat sasaran.

"Jika semuanya sudah dihitung dan sesuai dengan jumlah penerima baik itu yang gratis atau berbayar jadi akan lebih mudah saat melakukan distribusi," kata Tito.

Lanjut Tito, hal ini dilakukan karena vaksinasi booster tersebut memiliki dua skema diantaranya gratis bagi Penerima Bantuan Iuran (PBI) BPJS Kesehatan dan berbayar.

"Ada dua skema ya untuk vaksinasi booster ini. Jadi jumlah kebutuhan vaksin harus diperhitungkan dengan baik karena ini berbeda dengan pelaksanaan vaksinasi yang sudah-sudah," ujarnya.

Kemudian, untuk tata cara penyaluran serta jumlah vaksin booster akan diatur dan ditentukan oleh Kementerian Kesehatan, tetapi akan dikoordinasikan dengan dinas kesehatan provinsi terlebih dahulu.

"Pendistribusian memang yang menentukan kementrian kesehatan iya tapi nanti Koordinasi dulu dengan dinas terkait yang ada di Lampung," tegas dia.

"Vaksinasi booster ini diharapkan dapat memberikan perlindungan masyarakat dari paparan Covid-19 terutama varian baru virus yakni Omicron," harap Tito.

Sementara Gubernur Lampung Arinal Djunaidi mengatakan, situasi Pandemi Covid-19 di Lampung sampai dengan tanggal 5 Januari tahun 2022 dalam keadaan terkendali.

"Keadaan Covid-19 di Lampung terkendali dengan proporsi kasus hanya sebesar 0,77 persen dan angka kesembuhan sudah mencapai lebih dari 91,54 persen . Dan hingga saat ini belum ditemukan kasus terkonfirmasi varian Omicron," tutupnya.